Berita Kalteng

Kiprah Diamon Menggerakan Warga Barito Selatan Daur Sampah, Rata-rata Kantongi Rp 2 Juta per Bulan

Dia mengajarkan dan menggerakan warga di kampungnya mengolah sampah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Kiprah Diamon Menggerakan Warga Barito Selatan Daur Sampah, Rata-rata Kantongi Rp 2 Juta per Bulan
tribunkalteng.com/faturahman
Diamon saat menjelaskan usahanya kepada Bupati Barito Selatan, H Eddy Raya Samsuri (baju coklat) dan pejabat di Barsel terkait pengelolaan sampah di TPS Swarga Sejahtera. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUNGGUH mulai upaya yang dilakukan Diamon (50). Meski seorang pemulung, warga Jalan Karau, Gang Suwarga RT24 TPS Suwarga Sejahtera, Desa Karau, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ini mampu memberikan penghasilan tambahan kepada warga di kampungnya.

Upaya yang dilakukan pria yang memiliki anak tiga sangat sederhana. Dia mengajarkan dan menggerakan warga di kampungnya mengolah sampah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman.

“Pupuk dari sampah itu dijual, sehingga menghasilkan uang. Rata-rata per bulannya mencapai Rp 2 jutaan,” ujar Diamon, kemarin.

Diamon, yang sehari-harinya bergelut dengan sampah di tempat pembuangan sampah, sudah merasakan manfaat dari usaha mengolah sampah menjadi pupuk tanaman.

“Saya bersyukur, dengan usaha ini saya bisa menguliahkan dan menyekolahkan anak saya. Anak satu dan dua sudah berkeluarga, saat ini mereka di Banjarmasin. Sedangkan si bungsu masih bersama saya,” ujarnya.

Baca: Raisa Dikabarkan Melahirkan Anak Pertama? Begini Jawaban Sang Manajer

Mengolahan sampah menjadi pupuk tersebut sebenar sudah lama digeluti Diamon. Namun tiga tahun terakhir, dia menggerakkan warga sekitar untuk bersama-sama memanfaatkan sampah menjadi hal yang berguna dan menghasilkan uang.

“Kebanyakan warga Desa Karau hanya mengandalkan hidup dari mencari ikan atau berkebun,” ujarnya.

Diamon tidak hanya mengolah sampah menjadi pupuk, tapi juga menjadi pengumpul sampah. Karena itu Diamon merekrut sembilan orang warga untuk membantunya.

“Karyawan ini saya upah dari iuran sampah warga antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per KK per bulan. Kami punya sebanyak 400 pelanggan. Dalam satu bulan terkumpul Rp 6 juta lebih. Uang itu untuk menggaji karyawan. Sedangkan sampah yang diolah jadi pupuk dalam per bulan tidak menentu, rata-rata mencapai Rp 2 jutaan,” ujarnya.

Baca: Hasil Liga Champions Manchester United Vs PSG, Pogba Kartu Merah Man United Kalah, Skor Akhir 0-2

Kepala PUPR Barito Selatan, Agus In’Yulius, mengatakan pihaknya membantu Diamon melalui program universal akses untuk kawasan kumuh dan air bersih, dari kementerian cipta karya.

“Program di TPS ini sudah berjalan selama tiga tahun dan sampai sekarang memang sudah berjalan dengan baik, sebagian warga dipekerjakan dalam pengelolaan sampah termasuk mengolah sampah menjadi pupuk sehingga bisa menambah penghasilan untuk warga,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved