Berita Nasional

Respons Keras Mahfud MD atas Puisi Fadli Zon Usai Enggan Minta Maaf ke KH Maimoen Zubair

Respons Keras Mahfud MD atas Puisi Fadli Zon Usai Enggan Minta Maaf ke KH Maimoen Zubair

Respons Keras Mahfud MD atas Puisi Fadli Zon Usai Enggan Minta Maaf ke KH Maimoen Zubair
istimewa
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjenguk Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar, Sarang, KH Maimoen Zubair di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (20/7/18) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Respons Keras Mahfud MD atas Puisi Fadli Zon Usai Enggan Minta Maaf ke KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon hingga kini masih enggan menyampaikan permohonan maafnya kepada Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Puisi Fadli Zon yang berjudul 'Doa yang Ditukar' belakangan menjadi polemik dan dinilai telah menyindir Ketua Majelis Syariah PPP, Mbah Moen.

Dalam puisi yang ditulis di Parung, Bogor itu, Fadli Zon menyinggung soal doa yang sakral, agama yang diobral hingga kepemimpinan.

"Doa sakral, seenaknya kau begal, disulam tambal, tak punya moral, agama diobral," demikian bunyi bait pertama pada puisi Fadli Zon itu.

Baca: Hattrick Supriadi! Hasil Akhir Garuda Select vs Macclesfield Laga ujicoba di Inggris, Skor Akhir 8-1

Baca: Niat Gading Marten Jual Rumah yang Ditinggali dengan Gisella Anastasia dan Gempita, Ini Alasannya

Baca: Selamat Hari Valentine 2019, Ini 12 Kado Valentine Cocok untuk Zodiak Pasangan di Hari Kasih Sayang

Baca: Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF U-22 2019 Versi Indra Sjafri

Puisi tersebut dituliskan Fadli Zon dalam sebuah akun twitternya yakni @falizon pada Minggu (3/2/2019) pukul 01.25 WIB.

Berkat tulisannya tersebut pun ramai di komentari oleh warganet termasuk beberapa tokoh Nasional.

Belakangan, mantan Ketua MK Mahfud MD pun ikut merespon puisi yang dibuat oleh Fadli Zon itu.

Menurut Mahfud, yang berhak mengadili puisi "Doa yang Ditukar" karya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon adalah Dewan Etik DPR alias Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Mahfud mengatakan, bila mereka yang merasa keberatan dan tersinggung dengan puisi Fadli Zon untuk membawanya ke ranah Dewan Etik.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved