Berita HST

Sampah Kiriman Banjir Menumpuk di Jembatan di Desa Kedundung HST, Hingga Sekarang Belum Diangkut

Sampah Kiriman Banjir Menumpuk di Jembatan di Desa Kedundung HST, Hingga Sekarang Belum Diangkut

Sampah Kiriman Banjir Menumpuk di Jembatan di Desa Kedundung HST, Hingga Sekarang Belum Diangkut
banjarmasin post group/ eka pertiwi
Jembatan Kedundung yang dipenuhi sampah, Rabu (13/2/2019) 

BANJARMASINPOS.CO.ID, BARABAI – Jembatan di Desa Kedundung Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hingga sekarang masih dipenuhi dengan sampah kiriman banjir pada Januari lalu.

Sayangnya, hingga sekarang sampah tersebut belum diangkut. Bahkan, hingga air surut, sampah juga masih dibiarkan di sana. Sampah tersebut berupa ranting kayu, ranting bambu dan juga ilung.

Warga yang melintasi kawasan tersebut, Rifky mengaku jika penampakan tersebut bukan hal baru. Apalagi, sejak adanya kiriman sampah saat Hulu Sungai Tengah diguyur hujan lebat pada Januari lalu, sampah kiriman tersebut tak juga diangkut,

“Ya memang menumpuk seperti itu,” jelasnya.

Baca: BATAL! Pendaftaran SNMPTN 2019 Via Snmptn.ac.id Terakhir 14 Februari, Jadi 16 Februari 2019

Baca: Jadwal Persebaya vs Persinga Ngawi di 32 Besar Piala Indonesia - Debut Hansamu Yama di Bajul Ijo

Baca: LINK Live Streaming Tottenham vs Borussia Dortmund Liga Champion, Mulai Bareng Ajax vs Real Madrid

Baca: Live di RCTI! Jadwal Siaran Langsung Timnas U-22 Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-22

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Supranoto, menjelaskan jika sampah tersebut sudah diangkut pada 2018 lalu menggunakan alat berat.

Namun, baru diangkut sampah di sana menumpuk lagi. Menurutnya, sampah tersebut juga harus ditanggulangi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Alasannya, hal ini karena sampah tersebut merupakan dampak dari kiriman banjir yang merupakan bentuk dari bencana alam.

“Memang konsutruksi jembatan yang membuat sampah menumpuk,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ali Fahmi, mengaku pihaknya sudah beberapa kali mengangkut sampah di sana. “Memang susah karena konstruksinya seperti itu. Tapi itu juga menjadi wewenang PU,” jelasnya.

Baca: Video Diduga Al Ghazali Bertengkar, Putra Pertama Maia Estianty & Ahmad Dhani Dorong Alyssa Daguise?

Baca: Live Supersoccer TV! LINK Live Streaming Garuda Select Vs Macclesfield Laga Ujicoba di Inggris

Terpisah Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Hulu Sungai Tengah, A Noor Johari, mengatakan jika jembatan tersebut memang sudah diusulkan ke provinsi. Bahkan, pada Musrembang pada pekan lalu, pihaknya juga mengusulkan untuk mengganti kontruksi jembatan agar los.

“Sementara ini terhalang tiang jembatan. Namun, jika los akan ada masalah baru lagi, warga yang di ujung akan terkena dampak sampah ini. Tapi memang kami sudah mengusulkan sejak 2017,” katanya.

Meski sudah diusulkan, ia tak tahu kapan jembatan ini bisa direhab mengingat banyak daerah juga yang mengusulkan serupa. “Ya lihat urgensinya. Mengingat ini jalan lintas kabupaten, tentu menjadi wewenang provinsi. Memang sudah masuk. Tapi apakah dikerjakan tahun ini atau tahun depan kami belum tahu,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved