Berita Tanahbumbu

DBD Masih Ancam Warga Tanahbumbu, Kadinkes Sebut Nopember Sampai Februari

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tanahbumbu HM Damrah menyebut efektif penyebaran demam berdarah dangue (DBD) terhitung dari Nopember

DBD Masih Ancam Warga Tanahbumbu, Kadinkes Sebut Nopember Sampai Februari
Aedes Aigipty, nyamuk penular demam berdarah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tanahbumbu HM Damrah menyebut efektif penyebaran demam berdarah dangue (DBD) terhitung dari Nopember sampai Februari ini.

Menurut Damrah, penyebaran DBD terjadi secara nasional. Tidak kecuali di Kabupaten Tanahbumbu, masih berpotensi. Terlebih apabila masih terjadi pancaroba (hujan dan panas).

"Untuk angkanya belum monitor perkembangannya, nanti saya sampaikan," kata HM Damrah kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (14/2/2019).

Meski demikian, tambah HM, secara umum angka kasus DBD sempat naik tercatat sampai dengan Januari kemarin, kini cenderung mulai turun.

Tidak terlepas dari gencarnya upaya petugad Dinas Kesehatan yang terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk terutama di daerah-daerah yang terindikasi.

Baca: Ani Yudhoyono Lagi Berjuang Melawan Kanker Darah, Mbah Mijan Berkata Tak Biasanya Terkait Istri SBY

Baca: Warga NTT Kaget Campur Takut! Ayam Baru Disembelih, di Hatinya Muncul Tulisan 2020 dan 10D2E01

Baca: Mau Jadi Nyonya Reino Barack, Ibu Ketua RT Ungkap Perubahan Fisik Syahrini, Rahasia Foto SMA Incess

Baru-baru ini, masih menurut HM Damrah, pihaknya kembali melakukan pengasapan (fogging) di dua wilayah yaitu, Satui dan Sebamban II. Salah satu langkah mencegah meluasnya penyeberangan.

Kendati begitu, tetap diharapkan ada peran aktif masyarakat upaya mencegah penyebaran DBD. Dengan tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan rumah masing-masing.

Seperti tetap mengedepankan pola 3M (menguras, mengubur dan menutup), dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali salah satu gerakan pencegahan.

Misalnya membersihkan tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang bahan-bahan bekas atau barang-barang lainnya yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk DBD.

Selain itu cara lian mengindari gigitan nyamuk pada siang hari, pemakaian obat nyamuk serta penggunaan kelambu.

"Dan, apabila ada anggota keluarga yang demam tinggi mendadak, sakit kepala agar segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan," imbuh Damrah.

Masih menurut Damrah, sempat meningkatnya kasus demam berdarah dikarenakan musim seperti pancaroba (kadang hujan dan panas).

"Fogging kan tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Hanya bisa membunuh nyamuk dewasa yang terbang pada saat di fogging hari itu. Sementara tidak mematikan jentik, dua hari terbang lagi," pesan Damrah beberapa waktu lalu.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved