Berita Banjar

Legenda di Balik Kambang Barenteng, Ternyata Ada Kaitannya dengan Puteri Kerajaan

Legenda di Balik Kambang Barenteng, Ternyata Ada Kaitannya dengan Puteri Kerajaan

Legenda di Balik Kambang Barenteng, Ternyata Ada Kaitannya dengan Puteri Kerajaan
Dok Nove Arisandi untuk BPost Group
MEMESONA - Pedagang kambang barenteng di Martapura sabar menanti pembeli. Aneka kembang yang mereka jual menyimpan pesona tersendiri sehingga kerap digandrungi turis asing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kambang (kembang) baranteng begitu lekat dengan Kalimantan Selatan (Kalsel). Apalagi ketika menginjakkan kaki di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, rangkaian bunga melati dan sejenisnya ini begitu mudah dijumpai.

Maklum, Banjar memang merupakan sentra tanaman florikultura di Kalsel terutama bunga melati, mawar, dan kenanga. Bahkan di daerah berjuluk Bumi Barakat ini ada distrik yang dinamanakan Kampung Melati yakni di Desa Jingah Habangilir, Kecamatan Karangintan. Total luasan kebun melati di desa ini mencapai puluhan hektare.

Biasanya kambang barenteng dipakai untuk keperluan ritual keagamanan, kematian, pernikahan hingga menyambut pejabat penting yang berkunjung ke Bumi Antasari. Ada juga segelintir kalangan yang menjadikannya oleh-oleh.

Namun di balik itu semua, ada legenda agung tentang sejarah atau asal-usul keberadaan kambang barenteng hingga dijadikan bagian dari kebudayaan Banjar sejak ratusan tahun silam. Kambang barentang adalah rangkaian bunga-bunga segar yang terdari atas bunga melati, mawar, kenanga, dan kembang kertas.

Baca: Respons Juliana Moechtar Saat Dijodohkan dengan Ifan Seventeen untuk Gantikan Dylan Sahara

Baca: Daftar Tokoh Pendukung Prabowo yang Alih Dukungan ke Jokowi Jelang Debat Capres Kedua Pilpres 2019

Baca: Reaksi Tak Terduga Iriana Jokowi Saat Mobil Presiden Joko Widodo Diadang Massa Pendemo

Ternyata, asal usulnya dari Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sejak puluhan tahun silam di desa kecil ini ada sejumlah warga setempat yang aktif membikin kambang barenteng. Karena itu pula mereka disebut parentengan atau para perajin kambang barenteng.

Salah seorang tetuha perajin kambang barenteng Bincau, Anang Sarpini, menuturkan ihwal adanya kambang barenteng lekat kaitannya dengan legenda puteri kerajaan bernama Nini Randa. Lantaran kala itu ada gejolak hingga terusir dari kerajaan, sang puteri akhirnya hidup di hutan.

Hutan itu luas dan dipenuhi bunga atau kambang berbagai jenis yang di sebut pengambangan. Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, Nini Randa lantas membuat rangkaian bunga lalu dijualnya kepada para para bangsawan. Rangkaian bunga itu yang kemudian mashur dengan sebutan kambang barenteng.

Dikatakannya, lokasi kerajaan tersebut di sekitar Masjid Sabilal Muhtadin. "Nini Randa naik perahu berjulan ke sekitar lokasi masjid itu. Rangkaian bungannya disukai para bangsawan dan laris manis," beber Anang, Kamis (14/04/2019).

Lantaran disukai kaum bangsawan, rangkaian bunga itu kemudian kerap dipakai dalam berbagai upacara hingga menjadi sebuah budaya yang lantas ditiru oleh rakyat. Sementara, Nini Randa yang hidup di hutan akhirnya berkeluarga dan memiliki keturunan.

Baca: Jawaban Soekarwo saat Ditanya Dukung Presiden Jokowi Atau Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Baca: Foto Hamish Daud Terlelap Saat Gendong Zalina Buat Heboh, Begini Reaksi Fans Pada Suami Raisa

Dalam perjalanan usia yang makin senja, Nini Randa kemudian mengajarkan ilmunya merangkai kembang kepada para keturunannya. "Hingga sekarang pun para perajin kambang barenteng yang ada di Banjar ini diyakini adalah para keturunan Nini Randa yang tetap melestarikan kebudayaan khas Banjar tersebut," sebut Anang.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved