Berita HSS

Pemkab HSS Turunkan Samping Petakan Potensi Desa, Target Entaskan Kemiskinan Lima Tahun

Mereka bertugas melakukan pendampingan terhadap upaya meningkatkan ekonomi produktif masyarakat yang menjadi sasaran program.

Pemkab HSS Turunkan Samping Petakan Potensi Desa, Target Entaskan Kemiskinan Lima Tahun
banjarmasinpost.co.id/hanani
Sarjana pendamping (Samping) desa yang membantu Pemkab HSS melaksanakan program pengentasan kemiskinan melalui pendampingan ekonomi produktif, saat penyerahan SK rolling di Gedung Kesenian HSS, Kamis (14/2/2019). 

BANJARMASINPOST.ID, KANDANGAN - Masalah pengentasan kemiskinan mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Sejak 2014, Bupati HSS H Achmad Fikry membuat program sarjana pendamping desa (Samping) yang ditempatkan di desa-desa tersebat di seluruh kecamatan.

Mereka bertugas melakukan pendampingan terhadap upaya meningkatkan ekonomi produktif masyarakat yang menjadi sasaran program.

Bupati HSS H Achmad Fikry pun menyatakan program ini terbukti efektif menurunkan angka kemiskinan. Bahkan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi HSS berada pada peringkat ke tiga se-Kalsel yaitu 6,13 persen berdasarkan data badan pusat statistik, tentunya didukung program pengentasan lainya baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

“Sejak 2015 sampai sekarang angka kemiskinan terus menurun. Artinya program dan Sasaran di lapangan sudah sesuai harapan. Sekarang kita bisa fokus orang per orang, agar suatu saat bisa mendeklarasikan Desa Sejahtera binaan sarjana pendamping,” kata Bupati, usai menyerahkan 148 Surat Keputusan rolling sarjana pendamping desa, 45 Kordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan, dan 11 tenaga kesejahteraan sosial (TKSK) 2019di Gedung Kesenian Kandangan.

Baca: Veronica Tan & Puput Nastiti Devi Foto Bareng Disorot Saat Kabar Ahok BTP dan Puput Sudah Nikah

Fikry menyatakan, Samping, Koordinator Kabupaten PKH, TKSK merupakan ujung tombak dalam mengawal masyarakat yang belum sejahtera. Khusunya mengawal semua program pengentasan kemiskinan baik dari pemerinath pusar, provinsi maupun kabupaten.

Dijelaskan, kebijakan rolling bertujuan penyegaran, untuk menambah wawasan dan pengalaman baru para Samping.

“Ada target satu desa satu inovasi sehingga tak terjebak tugas rutin. SInergi dengan kepala desa, dan terus mengawal masyarakat   tak mampu sampai mandiri,”kata Bupati yang didampingi Kepala Dinas SOsial HJ Siti Erma. Sementara pengarahan khusus terhadap anggota Samping, diberikan Wabup HSS H Syamsuri Arsyad.

Menurut Wabup, angka kemiskinan di HSS turun sebanyak 6000 keluarga selama lima tahun, meski secara peringkat tetap di posisi tiga se Kalsel, dengan angka sekitar 12 ribuan.

Sulitnya menurunkan angka kemiskinan, jelas dia berkaitan dengan gaya hidup masyarakat. Antara lain budaya mawarung, serta gaya hidup konsumtif lainnya yang secara ekonomi tak produktif.  

“Untuk masyarakat miskin absolute, mutlak harus dapat bantuan. Sedangkan yang punya usaha produktif, yang kita bantu mencarikan solusi agar usaha kecilnya berkembang hingga bisa mandiri,”kata mantan Ketua DPRD HSS ini. Wabup memnargetkan dua minggu pertama, Samping beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan tugas baru.

Selanjutnya, minggu ketiga Samping harus membuat pemetaan dasar terkait potensi-potensi wilayah tugas, hingga pada minggu ke empat melakukan pertemuan dengan coordinator, untuk selanjutnya menentukan solusi dan langkah ke depan.

“Sesuai samping harus memiliki hasil pemetaan. Sebab, jika tak memguasi peta sama saja berperang tak tahu arah,”kata Wabup.

DIa menyatakan optimistis, jika semua Samping serius melakukan upaya yang diharapkan Pemkab HSS, target pengentasan kemiskinan lima tahun ke depan tuntas.  (banjarmasinpost.co.id/hanani ) 

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved