Berita Kabupaten Banjar

Petani Karet Kabupaten Banjar Mulai Olah Lateks, Segini Target Produksinya

Pengembangan komoditas karet di Kabupaten Banjar kini mulai bergerak ke arah industri rakyat melalui pengolahan getah karet (lateks).

Petani Karet Kabupaten Banjar Mulai Olah Lateks, Segini Target Produksinya
DISNAKBUN BANJAR UNTUK BPOST GROUP
Petani karet Banjar mengecek alat RPPB/mangal atau alat pengolah lateks menjadi ribbed smoked sheet. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pengembangan komoditas karet di Kabupaten Banjar kini mulai bergerak ke arah industri rakyat melalui pengolahan getah karet (lateks).

Bahkan ditargetkan mulai tahun 2020 mendatang tak ada lagi prodok berupa lateks atau lum yang keluar dari Kabupaten Banjar. Semuanya akan keluar dalam bentuk ribbed smoked sheet (RSS) atau karet lembaran asap bergaris.

Sarana dan prasana pendukungnya saat ini telah disiapkan secara bertahap oleh Pemerintah Kabupaten Banjar melalui dukungan Kementerian Pertanian. Di antaranya bantuan Unit Pengolah dan Pemasaran Bokar (UPPB). Jumlah totalnya lima yang disebar di lima tempat.

Satu UPPB telah lebih dulu dikirim sejak sekitar pertengahan 2018 lalu dan sudah beroperasional yakni UPPB Maju Bersama di Desa Simpangtiga, Kecamatan Mataraman.

"Produksinya masih terbatas yakni enam ton per bulan, terserap di pabrik Kota Banjarmasin," sebut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Banjar Dondit Bekti Agustiono, Kamis (14/02/2019).

Baca: Kajari Kabupaten Banjar Bantah Beri Perlakuan Khusus Kepada Pimpinan DPRD Terkait Kasus Kunker

Baca: Takut Terjadi Sesuatu, Bripka M Agus Saputra Kawal Beras Sejahtera Sampai ke Tangan Warga Miskin

Baca: Ani Yudhoyono Lagi Berjuang Melawan Kanker Darah, Mbah Mijan Berkata Tak Biasanya Terkait Istri SBY

Empat UPPB lainnya saat ini, sebutnya,masih pada tahap pemasangan dan ditargetkan pada pertengahan tahun ini telah beroperasional. Diharapkan keempatnya mampu memproduksi ribbed smoked sheet dengan kualitas dan spesifikasi yang sama seperti yang telah diproduksi UPPB Simpangtiga Mataraman.

Jika keempat UPPB tersebut kelak beroperasional dipastikan mampu memproduksi RSS sebanyak 20 ton atau bahkan lebih per bulannya. Ini artinya telah memenuhi syarat untuk menjalin kerjasama dengan pihak ketiga di Pulau Jawa yang beberapa waktu telah meninjau UPPB Simpangtiga.

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan telah ada produsen pabrik ban di Jawa Timur dan Jawa Barat yang siap menampung RSS produksi UPPB dari Banjar. Mereka minta pasokan minimal 20 ton per bulan. (*/aol)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved