Berita Banjarmasin

Supriadi Kecewa Pihak Maskapai Penerbangan Tidak Hadir Dalam Dialog Interaktif

Supriadi Kecewa Pihak Maskapai Penerbangan Tidak Hadir Dalam Dialog Interaktif

Supriadi Kecewa Pihak Maskapai Penerbangan Tidak Hadir Dalam Dialog Interaktif
banjarmasin post group/ m maulana
Empat maskapai penerbangan tidak hadir pada dialog interaktif, yang digelarAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengenai masih mahalnya harga tiket penerbangan, Kamis (14/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Empat maskapai penerbangan tidak hadir pada dialog interaktif, yang digelarAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengenai masih mahalnya harga tiket penerbangan, Kamis (14/2/2019).

Berlokasi di Hotel Aria Barito Banjarmasin, tema dialog yang diangkat yaitu penerbangan mahal dan dampaknya terhadap dunia usaha di Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dihadiri Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel, Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita), Dinas Perhubungan, dan para pelaku UMKM.

Selain itu, Apindo Kalsel juga mengundang empat maskapai penerbangan untuk diajak berdiskusi, namun tak ada satupun yang terlihat hadir.

Baca: Reaksi Tak Terduga Iriana Jokowi Saat Mobil Presiden Joko Widodo Diadang Massa Pendemo

Baca: Surat Ahmad Dhani ke Wanita Lain Selain Mulan Jameela dan Maia Estianty Saat Dipenjara, Curhat?

Baca: Jadwal UNBK Barengan dengan Pileg dan Pilpres 2019? Cek Penjelasan Dinas Pendidikan Kalsel

Baca: Daftar Tokoh Pendukung Prabowo yang Alih Dukungan ke Jokowi Jelang Debat Capres Kedua Pilpres 2019

Ketua Apindo Kalsel, Supriadi mengaku kecewa atas tidak hadirnya para airlines yang diundang.

"Kami kecewa dengan airlines, empat maskapai yang diundang tidak hadir. Satu maskapai memang tidak ada konfirmasi, satu lainnya tidak diizinkan dari pusat, dan dua lainnya ternyata membatalkan pada last minute," kata Supriadi.

Padahal pada kegiatan ini pihaknya ingin mendapatkan masukan dari maskapai, sehingga pengusaha di daerah memahami kondisinya bisa seperti ini.

"Tujuan dialog ini bukan untuk menguliti para maskapai penerbangan, tapi hanya ingin mendapatkan masukan dari maskapai, sehingga pengusaha di daerah bisa memahami mahalnya tiket penerbangan," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved