Ekonomi dan Bisnis

Motif Sasirangan Printing Lebih Beragam, Dibanderol Rp 30 Ribu Per Meter

Seiring pesatnya kemajuan teknologi, produk kain sasirangan khas Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini semakin beragam.

Motif Sasirangan Printing Lebih Beragam, Dibanderol Rp 30 Ribu Per Meter
banjarmasinpost.co.id/mariana
Karyawan toko sedang mengukur kain pesanan pembeli 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seiring pesatnya kemajuan teknologi, produk kain sasirangan khas Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini semakin beragam.

Tidak hanya manual buatan tangan pengrajin, namun ada pula yang kain sasirangan produksi mesin, yang kerap dikenal dengan sasirangan printing.

Produk sasirangan ini banyak dijumpai di Pasar Sudimampir, satu di antaranya Toko kain HMS yang menyediakan berbagai macam kain sasirangan berbagai motif.

Tampak kain sasirangan printing, dari segi tekstur kainnya lebih licin dan agak tipis jika dibandingkan saisrangan manual atau celup.

Baca: Valentine Ala Maia Estianty dan Irwan Mussry Kala Mulan Jameela Harus Terpisah dari Ahmad Dhani

Baca: Ucapan Ahok BTP untuk Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Sakit Kanker Darah, PM Singapura Jenguk Ibu AHY

Baca: Perbandingan Luna Maya dan Pevita Pearce Saat Menelpon Ariel NOAH, Mana yang Lebih Mesra?

Baca: Inikah Cara Mulan Jameela Dekati Anak Maia Estianty dan Ahmad Dhani? Dul Jaelani Tak Mau

Karyawan Toko HMS, Abdul Wahab mengatakan, saat ini di tempatnya penjualan sasirangan printing lebih meningkat dan lebih disukai pembeli

"Sasirangan printing harganya lebih murah, memiliki motif yang lebih beragam, dan bahannya tidak mudah luntur," jelas dia kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkannya, jenis kain sasirangan printing sebagian besar berbahan semi sutra. Barang-barang tersebut didatangkan dari Pulau Jawa, di antaranya Surabaya.

Harga sasirangan printing relatif lebih murah, per meter dibanderol Rp 30.000, ada pula sasirangan printing yang sangat mirip tampilannya dengan sasirangan manual seharga Rp 75.000 per meter.

Selama ini diakui Abdul Wahab, penjualan ramai pada menjelang hari-hari besar, misalnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan hari biasa, minimal ada tiga pembeli yang mampir di tokonya.

"Pernah ada yang beli sampai ratusan meter untuk acara kawinan. Untuk pemasaran, kami tidak memasarkan secara online, pembeli bisa langsung datang ke toko, jika cocok maka bisa menjadi langganan," tukasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved