Berita Banjarmasin

VIDEO - Kecam Aksi Pemukulan Mahasiswa di Balikpapan, Puluhan Mahasiswa Banjarmasin Turun ke Jalan

Sedikitnya sebanyak 30 mahasiswa melakukan aksi long march dari Kantor KNPI Banjarmasin menuju perempatan traffic light Hotel Arum Banjarmasin Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sedikitnya sebanyak 30 mahasiswa melakukan aksi long march dari Kantor KNPI Banjarmasin menuju perempatan traffic light Hotel Arum Banjarmasin Kalsel, Jumat (15/2/2019) sore kemarin.

Sembari membentang selembar spanduk, mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Kelompok Cipayung Plus Banjarmasin juga meneriakkan orasi di sepanjang jalan Haryono MT.

Tidak sampai di situ, orasi bahkan terlihat kembali berlanjut hingga tugu perempatan traffic light Hotel Arum Jalan Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin.

Di tengah padatnya sejumlah kendaraan, mereka nampak tak ragu-ragu menyuarakan pengecaman atas tindakan represif aparat terhadap mahasiswa di Balikpapan.

Baca: Warga NTT Kaget Campur Takut! Ayam Baru Disembelih, di Hatinya Muncul Tulisan 2020 dan 10D2E01

Baca: Kecam Aksi Pemukulan di Balikpapan, Mahasiswa Gabungan Banjarmasin Lakukan Ini

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming Borneo FC vs PSS Sleman via Jawapos TV & PSSI TV Malam Ini Jam 18.30 WIB

" Kami menuntut agar oknum aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap 11 mahasiswa diadili. Apabila dalam satu minggu, hal itu tidak bisa diusut tuntas, maka kami akan melakukan aksi lanjutan," teriak seorang orator Cipayung Plus.

Sementara di tengah aksi solidaritas tersebut, rupanya puluhan mahasiswa pun mendapatkan perhatian serius oleh sejumlah aparat kepolisian Banjarmasin.

Pasalnya, nampak puluhan anggota baik berpakaian dinas maupun sipil terlihat berjaga. Tidak hanya itu, sebuah mobil water Canon juga nampak disiagakan di lokasi aksi solidaritas.

Sementara Kordinator Penggelar Aksi, Ridho mengatakan kegiatan itu mereka lakukan sebagaimana bentuk solidaritas atas kejadian yang menimpa 11 mahasiswa di Balikpapan.

Tidak sewajarnya menurut mereka aparat kepolisian yang berkewajiban semestinya melindungi dan menjaga individu atau kelompok menyampaikan aspirasi, justru melakukan tindakan represif.

" Karena unjuk rasa sendiri sebetulnya sudah dilindungi secara konstitusi pasal 28E UUD 1945 dan UU Nomor 9 tahun 1998, namun kenapa justru saudara seperjuangan kami di sana mendapatkan perlakuan yang tidak represif," jelasnya.(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Riski Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved