Berita Banjarmasin

Gelar Kajian Keislaman, Kerukunan Keluarga Bakumpai Bahas Penyelenggaraan Urusan Jenazah

Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) menggelar pengajian rutin, yang terselenggara dalam Kajian Keislaman Bulanan, bertempat di Jalan HKSN, Banjarmasin.

Gelar Kajian Keislaman, Kerukunan Keluarga Bakumpai Bahas Penyelenggaraan Urusan Jenazah
Banjarmasinpost.co.id/mariana
Simulasi mengurus jenazah dalam Kajian keislaman bulanan oleh Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB), di Jalan HKSN, Banjarmasin, Sabtu (16/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) menggelar pengajian rutin, yang terselenggara dalam Kajian Keislaman Bulanan, bertempat di Jalan HKSN, Banjarmasin, Sabtu (16/2/2019).

Dalam kajian tersebut dihadiri puluhan jamaah laki-laki yang berada di depan, ada pula beberapa jamaah perempuan yang hadir, duduk di bagian belakang.

Anggota KKB tampak antusias menyaksikan guru Muliadi berbagi ilmu pengetahuan mengenai tata cara penyelenggaraan urusan jenazah, yang mana hukumnya Fardhu Kifayah bagi umat Islam.

Pada materi pelatihan dijelaskan bagaimana tata cara jenazah yang berisi dalil-dalil penyelenggaraan jenazah. Kemudian bersama bersama Guru Muliadi, jamaah juga berlatih mempraktekkan cara memandikan dan mengakain-kafani jenazah.

Baca: Hasnur Senang Rafi dan Riyandi Bertahan di Timnas, Cedera Engkel Dandi Dicoret

Kepala Bidang Kelembagaaan Pemerintahan dan Politik KKB Pusat, Matnor Ali menuturkan, kajian keagamaan ini menjadi hal positif bagi anggota KKB khususnya kalangan milenial.

"Selain kajian Islam, kami juga menggelar kegiatan public speaking untuk para anak-anak milenial. Menggali potensi leadership dari mereka, lalu menggali bakat menjadi pembicara dan presenter," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Semenyara ini jumlah anggota KKB di Banjarmasin berjumlah 10.000 orang, dan anggota se Kalselteng berkisar 200.000 orang.

Sementara itu, Tokoh KKB Pusat, HM Mobarak ingin ilmu keagamaan dapat digali secara lebih mendalam baggi anggota KKB.

"Tema mengurus jenazah ini terbilang jarang diangkat, baik di majelis taklim juga di sekolah-sekolah. Tidak semua orang berani mengurus jenazah sebab bersinggungan dengan hukum Islam," terangnya.

Baca: Lampu PJU Minim, Rahmat Khawatir Taman Mina Tirta Pelaihari Jadi Tempat Mesum

KKB pusat saat ini diakuinya sudah memiliki sarana yang baik, yakni ambulan dan alkah KKB. Namun minimnya tenaga ahli masih jadi kendala untuk melaksanakan hukum fardhu kifayah ini.

"KKB perlu regenarasi pemuda yang memiliki keahlian mengurus Jenazah. Sehingga perlu digalakkan pelatihan karena nantinya akan sangat berguna jika ada kematian," imbuhnya.

Setiap bulan, kajian Islam di KKB memiliki tema yang berbeda-beda. HM Mobarak mengungkapkan, bulan Maret nanti akan membahas mengenai Isra Miraj, dan bulan selanjutnya akan membahas mengenai enterpreunership. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved