Berita Banjarmasin

Sidak Rumah Makan dan Restoran, Dewan Kota Banjarmasin Menemukan Hal ini

Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, menemukan laporan pajak 10 persen dari rumah makan besar dan restoran di kota ini masih offline alias manual.

Sidak Rumah Makan dan Restoran, Dewan Kota Banjarmasin Menemukan Hal ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Sabtu (15/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, menemukan laporan pajak 10 persen dari rumah makan besar dan restoran di kota ini masih offline alias manual.

Seharusnya, laporan setiap transaksi dari restoran dan rumah makan itu terhubung secara online ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakueda) Kota Banjarmasin.

“Kita baru saja sidak ke sejumlah rumah makan besar dan restoran. Ternyata, laporan pajaknya masih offline atau manual. Para pengusaha rumah makan dan restoran menulis sendiri berapa besaran pajak yang mau diberikan ke Pemko. Ini kurang tepat,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Isnaini, Jumat (15/2).

Dewan, sambung Isnaini, beberapa waktu lalu meminta agar Bakueda segera melakukan uji petik terhadap tempat hiburan malam (THM) seperti Hotel Armani dan sejenisnya.

Baca: Bukan Ariel NOAH, Sophia Latjuba dan Cut Tari Bahas Cowok Bule Ini di OK Show RCTI

Baca: Julukan Syahrini di SMA Terkuak Seiring Kabar Pernikahan dengan Reino Barack, Mantan Luna Maya

Baca: Blak-blakan Hotman Paris Soal bisnis prostitusi di Indonesia di Depan Cewek Cantik Uzbekistan

Baca: 3 Indikator Pemeriksaan Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Buat Keluarga Curiga Hingga Sakit Kanker Darah

Sampai saat ini, Bakueda secara detil belum menyampaikan hasil uji petik mereka di sejumlah THM, rumah makan dan restoran.

“Kami melihat antara target PAD dari sektor THM, rumah makan dan restoran tidak sesuai dengan dengan realitas transaksi di THM tersebut,” katanya.

Menurut Isnaini, dengan uji petik ini, maka akan muncul gambaran yang cukup detail tentang transkasi real di THM, rumah makan dan restoran tersebut.

Dewan juga mendesak agar pemko menggelar kajian ilmiah tentang potensi PAD.

“Kami memperkirakan setoran pajak yang diberikan pengusaha THM, rumah makan dan restoran itu lebih kecil dari potensi pajak sesungguhnya di lapangan,” katanya.

Isnaini menyatakan, beberapa THM yang sudah disidak dewan yakni Hotel Armani, HBI, dan Hokky pada malam minggu.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved