Kasus Pengaturan Skor

Usai Liga 3 Lalu Usut Liga 2, Lewat Joko Driyono, Polisi Mulai Dalami Kasus Pengaturan Skor Liga 1

Joko Driyono alias Jokdri baru saja terjerat pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP.

Usai Liga 3 Lalu Usut Liga 2, Lewat Joko Driyono, Polisi Mulai Dalami Kasus Pengaturan Skor Liga 1
BOLASPORT.COM
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo Saat Ditemui di ruang Kerja Gedung Hum 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka, kini Satgas Antimafia Bola mulai dalami kasus pengaturan skor Liga 1.

Joko Driyono alias Jokdri baru saja terjerat pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP.

Pasal tersebut menjelaskan tentang tindakan pencurian dan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan kalau saat ini pihaknya sudah hampir rampung menyelesaikan kasus pengaturan skor di Liga 3.

Setelah Liga 3, Satgas Antimafia Bola akan masuk ke Liga 2, dan penangkapan Jokdri akan membuat polisi semakin mudah mengungkap pengaturan skor di Liga 1.

Baca: Bakal Menikah dengan Reino Barack, Ini Panggilan Konyol & Kocak Syahrini Semasa SMA, Rini Dangdut

Baca: Ahok Mau Nikahi Puput Nastiti, Muncul Foto Heboh BTP Puput & Mantan Istri Vero, Ajudan Perebut Hati!

Baca: Jelang MotoGP 2019 - Rossi & Lorenzo Pernah Bersitegang, Lorenzo Sekarang Merasakan Ini

"Liga 3 hampir tuntas, kami masuk Liga 2, setelah itu masuk Liga 1. Selesai Liga 1 tidak menutup kemungkinan ke pertandingan berikutnya," ujar Brigjen Dedi Prasetyo kepada awak media pada Sabtu (16/2/2019).

Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan kalau Satgas Antimafia Bola tidak akan pernah berhenti dalam memberantas kasus pengaturan skor.

Di Liga 3 dan Liga 2, Satgas Antimafia Bola sudah menangkap beberapa tersangka kemudian akan bertambah lagi.

"Di Liga 3 satgas tetapkan beberapa tersangka, di Liga 2 juga. Kemudian 16 perkara pindah ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tutur Brigjen Dedi Prasetyo.

"Termasuk tersangka lain akan bertambah. Yang jelas komitmen satgas berantas match fixing sampai tuntas," ucapnya menambahkan.

Hai Guys! Berita ini ada juga di BOLASPORT.com

Editor: Didik Trio
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved