Berita Banjarmasin

NEWS VIDEO : Geliat Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Martapura Baru

Aktivitas pelra saat ini lebih banyak terpusat di Terminal Pelabuhan Martapura Baru, yang masuk dalam pengelolaan PT Pelindo III Banjarmasin.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelayaran rakyat yang biasa disingkat Pelra hingga kini memang masih tetap eksis dengan mengandalkan kapal pinisi. Kapal kayu ini digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau di Indonesia.

Di Banjarmasin, aktivitas pelra saat ini lebih banyak terpusat di Terminal Pelabuhan Martapura Baru, yang masuk dalam pengelolaan PT Pelindo III Banjarmasin.

Setiap hari sekitar empat sampai delapan armada melakukan aktivitas di pelabuhan tersebut. Armada yang terbuat dari kayu itu mayoritas datang dari Surabaya, Gresik, dan Makassar. Rata-rata barang yang diangkut yakni pupuk dan barang campuran seperti kursi, kapuk, bahan bangunan.

Armada yang telah melakukan pembongkaran muatan, biasanya mengangkut semen ke Kumai, Kalteng. Ada pula yang masih mengangkut kayu ke Surabaya.

Baca: Pesan Tak Terduga Ahmad Dhani ke Sandiaga Uno, Suami Mulan Jameela & Eks Maia Estianty Minta Ini

Daya angkut kapal juga bervariasi. Paling besar biasanya bisa mengangkut pupuk dan semen di luar barang campuran sebanyak 1.200 ton dan paling kecil antara 200 ton sampai 300 ton.

Pelra di Banjarmasin memang tetap eksis. Namun jika dibanding era 1980 sampai 1990-an jauh menurun. Kala itu armada pelra yang melakukan bongkar muat, bisa sampai belasan unit per hari.

Jumlah perusahaan pelayaran rakyat pun menurun drastis. Pada era itu, terdapat sekitar 20 perusahaan pelra di Banjarmasin, baik berstatus pusat maupun cabang. Kini tersisa hanya lima perusahaan yang aktif.

Meski begitu pelra tetap bergeliat.Tiap hari kawasan Pelabuhan Martapura Baru selalu diramaikan dengan aktivitas buruh yang melakukan bongkar muat barang.

Baca: Alasan SBY Tak Hadiri Debat Capres Kedua Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Jaga Ani Yudhoyono?

Walaupun tidak seramai dulu, keberadaan pelra tetap vital bagi perekonomian Banua. Setidaknya ratusan orang, tak hanya nakhoda kapal rakyat dan pengusaha pemilik barang, tapi juga ratusan buruh angkut masih menggantungkan asa dan periuk nasinya di sana.

Karena itulah, meskipun ada rencana penataan kawasan pelabuhan oleh PT Pelindo III Banjarmasin, banyak pihak berharap agar eksistensi pelabuhan Pelra tetap dijaga, tetap berdampingan dengan modernisasi pelabuhan yang sedang terus dibangun.

Baca berita selengkapnya di harian Banjarmasin Post, Senin (18/2/2019). (tim)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved