Berita HST

Petani Karet di Kabupaten HST Ini Beralih Tanam Kayu Manis, Harga Per Kilogramnya Fantastis

Petani Karet di Kabupaten HST Ini Beralih Tanam Kayu Manis, Harga Per Kilogramnya Fantastis

Petani Karet di Kabupaten HST Ini Beralih Tanam Kayu Manis, Harga Per Kilogramnya Fantastis
banjarmasin post group/ eka pertiwi
Samsiah warga Kampung Papagaran Desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah membersihkan kayu manis, Minggu (Minggu (17/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah harga karet anjlok dalam beberapa tahun terakhir, Samsiah warga Kampung Papagaran Desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebelumnya berprofesi sebagai petani karet memilih menjadi petani kayu manis.

Semanis namanya, harga kayu manis di tingkat pengepul mencapai Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Harga yang fantastis untuk penyedap masakan satu ini.

Namun, ini harga dari petani ke pengepul. Untuk tingkat ecer harganya jauh lebih mahal lagi. Tapi tak perlu membeli hingga satu kilogram, untuk memasak hanya diperlukan seruas kayu manis untuk menimbulkan aroma wangi.

Berpatokan dari mahalnya harga kayu manis ini, Samsiah memilih menjadi petani kayu manis. Ia memilih pensiun untuk menyadap karet. Apalagi, harga karet yang tak stabil.

Baca: Alasan SBY Tak Hadiri Debat Capres Kedua Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Jaga Ani Yudhoyono

Baca: Pesan Tak Terduga Ahmad Dhani ke Sandiaga Uno, Suami Mulan Jameela & Eks Maia Estianty Minta Ini

Baca: Final Turnamen Paman Birin dan Rektor Uniska 2019, Dadang/Eddy Kalah Tipis dari Petenis Kalteng

Baca: Jadwal & Live Streaming RCTI Timnas U-22 Indonesia vs Myanmar Piala AFF U-22 2019 Senin (18/2)

Pendapatannya selama menjadi petani kayu manis jauh lebih besar dari petani karet. Bahkan, harga karet terakhir di desanya yang ia ketahui hanya berkisar Rp 5 ribu.

"Karet ada tapi tak kami sadap lagi," ujarnya.

Bersama mertuanya, Samsiah membersihkan kuit ari pohon kayu manis. Kayu manis yang digunakan berasal dari kulit pohon kayu manis. Kemudian kulit arinya dibersihkan.

Namun, kayu manis tak bisa dipanen terus menerus seperti karet. Pohon yang dipanen harus dikuliti untuk diambil sebagai bahan kayu manis.

Satu pohon kayu manis berukuran besar perlu waktu beberapa tahun bahkan mencapai 20 tahun. Satu pohon kayu manis berukuran besar bisa mencapai 15 hingga 17 kilogram

Baca: Pendaratan Pesawat Maskapai Citilink Rute Banjarmasin Dialihkan Karena Cuaca Buruk, Cek Jadwalnya

Baca: Jadwal & Live Streaming PSSI TV Persib Bandung vs Arema FC 16 Besar Piala Indonesia Senin (18/2)

Usai menebang, Samsiah mengaku langsung menanam ulang agar bisa dipanen kemudian hari.

Untuk menjual ke pengepul, biasanya dua pekan sekali. "Menjemur tergantung cuaca. Semakin panas semakin cepat kering. Kayu manis yang bagus itu yang kering. Yang basah aromanya tak keluar," katanya.

Di Kampung Papagaran, bebernya ada beberapa petani kayu manis. "Tak hanya kami ada beberapa yang menjadi pertani kayu manis," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved