KalselPedia

KalselPedia : Dulu Disebut Bandara Ulin, Inilah Asal usul Bandara Syamsudin Noor

Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru adalah Bandara kebanggaan Kalimantan Selatan yang diambil dari nama seorang tokoh banua.

KalselPedia : Dulu Disebut Bandara Ulin, Inilah Asal usul Bandara Syamsudin Noor
BANJARMASIN POST GROUP/ NIA KURNIAWAN
Pesawat haji di bandara Syamsudin Noor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru adalah Bandara kebanggaan Kalimantan Selatan yang diambil dari nama seorang tokoh banua, Muhammad Syamsudin Noor, berpangkat Kapten Pnb Anumerta. Dia lahir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (Alabio) 5 November 1924.

1. Lebar cuma 45 meter

Bandara ini dibangun kembali pada mulanya oleh pemerintahan pendudukan Jepang pada tahun 1944 dan terletak disebelah utara Jalan Jend. Ahmad Yani Km 25 Kecamatan Landasan Ulin,Banjarbaru. Pada masa itu hanya memiliki ukuran landasan panjang 2.220 meter dan lebar 45 meter.

2. Direnovasi Belanda

Pada tahun 1948 landasan direnovasi oleh pemerintahan pendudukan Belanda (NICA) dengan Pengerasan landasan udara dengan pondasi batu setebal 10 sentimeter. Setelah sekian lama di pakai Belanda dalam perkuatan armada udaranya akhirnya pada tanggal 1961 Belanda Jatuh ke tangan Indonesia itu terbukti Saat pengakuan Belanda dan Dunia Internasional kepada kedaulatan Republik Indonesia Serikat.

Kabut asap tebal masih menyelimuti kawasan bandara Syamsudin Noor, Selasa (8/9/2015).
Kabut asap tebal masih menyelimuti kawasan bandara Syamsudin Noor, Selasa (8/9/2015). (banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

3. Mendaratnya Fokker F-28

Dalam masa pembangunan mengisi kemerdekaan maka pada tahun 1974 landasan pacunya telah mampu didarati oleh pesawat udara jenis Fokker F-28, dan pada tahun 1977 diresmikan landasan pacu yang baru terletak sekitar 80 meter sebelah utara landasan pacu yang lama dengan kemampuan DC-9 terbatas.

4. Bandara Ulin

Bandara Syamsudin Noor sebelumnya bernama Bandara Ulin. Guna mengenang kembali jasa para Pahlawan Nasional yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan, maka Pemerintah Daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan mengusulkan agar Lapangan Terbang Ulin dapat digantikan dengan nama Pahlawan Nasional asal Putra Daerah Kalimantan Selatan.

5. Nyaris bernama Bandara Supadio

Halaman
123
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved