Berita Kotabaru

Listrik Hanya Dinikmati Malam Hari, Aktivitas Terbatas, Masyarakat Pulau Sebuku Layangkan Surat ini

Warga desa di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru saat ini terus berharap agar listrik di wilayahnya terus menyala.

Listrik Hanya Dinikmati Malam Hari, Aktivitas Terbatas, Masyarakat Pulau Sebuku Layangkan Surat ini
istimewa
Tujuan surat tersebut, agar DPRD Kotabaru bisa memfasilitasi untuk hearing membahas keluhan masyarakat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Warga desa di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru saat ini terus berharap agar listrik di wilayahnya terus menyala.

Namun angan-angan itu masih sebatas angan karena belum jelas kapan bisa terealisasi.

Saat ini mereka hanya bisa memikmati listrik di malam hari.

Keinginan untuk menikmati listrik selama 24 jam sangat diharapkan masih tak ada kejelasan.

Terlebih lagi sebelumnya, sempat listrik mati total karena diduga pasokan BBM terlambat.

Mereka belum bisa menikmati fasilitas negara yang diperuntukkan kepada masyarakat tersebut.

Warga desa pun sangat mengharapkan itu.

Baca: Perlakuan 2 Menantu SBY Saat Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Sebut Anisa Pohan & Aliya Rajasa Ini

Baca: Video Menyayat Hati Ifan Seventeen untuk Dylan Sahara Saat Ramai Dijodohkan dengan Juliana Moechtar

Baca: Hadiah Suami Maia Estianty, Irwan Mussry untuk Anak Raisa dan Hamish Daud, Zalina Raine Wyllie

Baca: Keanehan Kabar Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Telah Menikah Diungkap Ketua RT, Sang Ayah Sakit?

Mereka mengambil tindakan agar keinginan segera direspon.

Kepala Desa Ujung Kecamatan Pulau Sebuku, Ahmad Kusairin bersama dengan BPD dan Karang Taruna pun melayangkan surat ke Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru.

Hal itu disampaikan agar bisa ditindaklanjuti apa yang diinginkan masyarakat.

"Kami sudah melayangkan surat hari ini dengan tujuan kepada Ketua DPRD Kotabaru. Tujuannya agar kami warga desa di Pulau Sebuku bisa menikmati lisyrik selama 24 jam," kata kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (18/2/19).

Tujuan surat tersebut, agar DPRD Kotabaru bisa memfasilitasi untuk hearing membahas keluhan masyarakat ini.

Sebab, keadaan listrik yang tidak bisa tetpenuhi selama 24 jam, berpengaruh pada ekonomi masyarakatnya.

"Bagaimana bisa maju dan berkembang kalau listrik saja tidak bisa dinikmati selama 24 jam. Seandainya listrik full, maka aktivitas lebih tinggi dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggunakan fasilitas listrik. Sementara sekarang listrik cuma tengah malam dan itu pun kalau BBMnya cukup," katanya.

Menuruynya, dampak listrik tidak bisa dirasakan di siang hari tentu dirasakan.

Sebab aktivitas masyarakat juga terbatas dengan tidak adanya listrik.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved