Kriminalitas HST

Penolakan Salasiah Dijawab Tikaman Pisau Misran yang Merenggut Nyawa sang Mantan

Gara-gara ditolak rujuk oleh mantan istri, Misran (43) warga Jalan Sari Gading RT 5 RW 2, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai

Penolakan Salasiah Dijawab Tikaman Pisau Misran yang Merenggut Nyawa sang Mantan
BPost Cetak
Metro Banjar edisi cetak Senin (18/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Gara-gara ditolak rujuk oleh mantan istri, Misran (43) warga Jalan Sari Gading RT 5 RW 2, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tega menganiaya mantan istri, Salasiah (33) hingga tewas.

Berdasar keterangan Kepala Desa Pantai Batung, Imul, Salasiah yang menolak rujuk dengan pelaku menerima berapa tusukan di tubuh.

Mulai dari leher, perut, dan tangan.

Dikisahkannya, kejadian bermula saat Misran mendatangi Salasiah di rumah orangtua Salasiah di Desa Pantai Batung, Jumat (15/2) pada pukul 18.30 Wita.

Misran awalnya datang untuk meminta rujuk dengan Salasiah.

Baca: Keanehan Kabar Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Telah Menikah Diungkap Ketua RT, Sang Ayah Sakit?

Baca: Buka-bukaan Cakra Khan Soal Kabar Syahrini dan Mantan Luna Maya, Reino Barack Akan Menikah

Baca: Alasan Iis Dahlia Menolak Brisia Jodie Pacari Anaknya, Devano Danendra Diungkap ke Billy Syahputra

Baca: Nikita Mirzani Ikut Bongkar Kekejaman Mbak Vera, Mantan Manajer Artis Olga dan Billy Syahputra

Rupanya Salasiah sudah berketetapan hati dan menolak rujuk.

Jawabannya tersebut spontan membuat Misran naik pitam.

Tanpa disadari oleh korban, Misran ternyata sudah membawa pisau yang diselipkan di pinggangnya.

Penolakan Salasiah dijawab dengan hujaman pisau oleh Misran secara membabibuta.

Tusukkan dari Misran mengakibatkan luka yang serius pada bagian leher, tangan sebelah kanan dan bahu belakang sebelah kanan serta perut Salasiah.

Sejumlah luka di tangan diduga akibat korban yang ingin menangkis serangan Misran.

Betapa terkejutnya warga melihat aksi nekat Misran yang langsung kabur.

Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun diduga akibat parahnya luka yang diderita, Salasiah dinyatakan tak tertolong dan menghembuskan napas terakhir Sabtu (16/2) dalam perawatan di Rumah Sakit Dhamanhuri, Barabai.

Sementara usai melukai Salasiah, Misran langsung kabur.

Misran memilih kabur ke Hantakan, HST, di rumah keluarganya.

Namun tak berselang lama, Misran menyerahkan diri diantar keluarganya ke Polsek Hantakan.

Selanjutnya, Misran dijemput oleh petugas Polsek Batu Benawa untuk dilakukan proses penyidikan, Sabtu (16/2) pukul 22.00 Wita.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, mengatakan pengungkapan terjadi karena keluarga pelaku bersikap kooperatif dan mau menyerahkan pelaku kepada pihak Kepolisian.

“Pelaku akan dikenakan dengan pasal 351 KUHP dengan acaman hukuman kurungan paling lama 5 tahun,” ujar Sabana Atmojo.

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved