Ekonomi dan Bisnis

Selain KPR Bank Syariah Ada Pula KPR Non Bank, Segini Down Payment dan Tenornya

Selain KPR Bank Syariah Ada Pula KPR Non Bank, Segini Down Payment dan Tenornya

Selain KPR Bank Syariah Ada Pula KPR Non Bank, Segini Down Payment dan Tenornya
banjarmasin post group/ mariana
Suasana pertemuan anggota REI Kalsel, membahas mengenai sosialisasi website dan aturan terbaru terkait KPR, Selasa (19/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat ini semakin diminati masyarakat, seiring terus bertumbuhnya jumlah penduduk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

KPR yang menggunakan sistem bank konvensional masih marak digunakan. Saat ini REI Kalsel berupaya mensosialisasikan KPR yang sesuai syariat Islam menggunakan bank syariah.

Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril mengatakan, pihaknya mengajak pihak Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) guna menjelaskan secara detail mengenai KPR syariah.

"Kami ingin mengajak perbankan syariah untuk mempraktekkan bagaimana akad secara syar'i sesuai ketentuan Islam. Tentunya kami tidak melakukan jual beli dengan nasabah, alurnya kami jual beli ke bank, pihak bank jual beli ke nasabah disertai lafaz akad yang sesuai syariat Islam," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming PSSI TV Bhayangkara FC vs PSIS Semarang di Piala Indonesia

Sesuai syariat, dijelaskannya, down payment tidak dibayarkan kepada developer melainkan menjadi tabungan nasabah yang dititipkan di bank.

Selain itu, dalam KPR berbasis syariah tidak dikenakan dana keterlambatan atau denda. Sesuai peraturan MUI, dana keterlambatan tersebut tetap ada namun untuk dana sosial.

"Kami tetap berharap nasabah dapat membayar angsuran tepat waktu sesuai perjanjian yang disepakati, meskipun tidak dikenakan dana keterlambatan," kata dia.

Selain KPR bank syariah, saat ini di Kalsel juga ada sistem KPR non bank. Tanpa BI Checking dan dalam sistem pembayarannya tidak melalui bank, baik konvensional maupun syariah.

Baca: Jadwal Konser Slank dan Inka Cristie saat Deklarasi Geopark Meratus Kalsel, Siagakan 700 Petugas

Seperti yang diterapkan owner PT Nadefa Mitra Lestari, Busran Suhaimi pada perumahan yang dipasarkannya di Graha Manarap II, Kabupaten Banjar.

Busran mengaku pihaknya meyakini sesuai fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 1 Tahun 2004, yang menyatakan bunga bank adalah riba.

"Akad dilakukan sesuai syariat Islam dalam hal ini tidak melalui perbankan. Kami hanya melayani cash atau cash bertahap dengan DP yang dibayarkan 30-50 persen dari harga total rumah tersebut," jelasnya.

KPR non bank yang diterapkannya dapat dicicil maksimal tenor selama tiga tahun untuk tipe rumah 36. Akad yang dilakukan pun sesuai ketentuan syariat Islam.

(banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved