Berita Kotabaru

Terkendala ini, PDAM Kotabaru Tak Bisa Menggunakan Embung Serongga

Warga di Kecamatan Serongga sebagian masih tak bisa merasakan air bersih dari PDAM Kotabaru di IKK tersebut.

Terkendala ini, PDAM Kotabaru Tak Bisa Menggunakan Embung Serongga
istimewa
embung serongga 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Warga di Kecamatan Serongga sebagian masih tak bisa merasakan air bersih dari PDAM Kotabaru di IKK tersebut.

PDAM Kotabaru tak bisa menambah pelanggan lagi lantaran kondisi air bakunya.

Padahal saat ini banyak warga yang hendak mendaftar bahkan sudah mendaftar namun masih belum bisa menikmati air PDAM tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di IKK tersebut ada embung dan aliran sungai yang bisa dimanfaatkan.

Bahkan yang sudah bisa digunakan, namun nyatanya bagian tersebut ada yang mengklaim tanah milik warga sehingga harus diganti rugi.

Baca: Cerita Istri SBY, Ano Yudhoyono Soal Sakit Kanker Darah, Ini Sosok 2 Perawat Terbaiknya di Singapura

Baca: Baim Wong Ingin Poligami, Paula Verhoeven Marah dan Pukul Sahabat Raffi Ahmad & Nagita Slavina Itu

Baca: Finalisasi SNMPTN ULM Malam Ini Berakhir, Jumlah Pendaftar Prodi Manajemen ULM Meroket

Baca: Istri Emil Dardak, Arumi Bachsin Keguguran, Ini Daftar Penyebab Keguguran Saat Hamil Muda

Baca: Berpusat di Lumajang, Gempa Berkekuatan 5,9 SR Guncang Malang Terasa hingga Bali

Saat ini sudah dianggarkan untuk ganti rugi, namun setelah hendak dibayar ternyata kawasan tersebut masuk kawasan hutan produksi.

Akibatnya, lahan tersebut tak bisa diganti rugi.

Statusnya juga tidak bisa dimanfaatkan untuk PDAM.

Sebab untuk pengelolaannya harus milik pemerintah untuk ditindaklanjuti perubahan statusnya.

Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah, Selasa (19/2/19) tidak membantah hak tersebut.

Dia mengatakan saat ini belum ada pembebasan lahan karena kendala status kawasan hutan produksi.

Jajarannya tinggal menunggu pihak terkait untuk proses perubahan status agar segera bisa dibayarkan dan digunakan.

"Kami terkendala status lahannya. Itu yang kami harapkan agar statusnya dikeluarkan sehingga bisa cepat dimanfaatkan," katanya.

Dia mengatakan saat ini embungnya bila 100 ribu liter cukup saja.

Selain itu, kelebihannya karena berada di aliran sungai, tapi debetnya kontinyu meski debitnya lebih kecil.

Namun bila, embung itu sudah beres, maka akan digunakan dan dimanfaatkan.

Dia mengatakan keinginan PDAM secepatnya dimanfaatkan, sehingga masyarakat pelanggan PDAM bisa ditambah.

Tidak sebanding dengan kapasitas pengolahannya yang sudah over.

Dan penambahan embung ini juga sudah masuk matriks prioritas kegiatan BAPPEDA.

"Jadi kendalanya tidak bisa menambah pelanggan, air baku dan kapasitas pengolahannya kecil. Padahal potensi pelanggan cukup tinggi, ada cuma 20 m3, semestinya kalau dilihat pelanggan dan potesi warga yang berminat, mencapai 50 liter perdetik. Kami tinggal menunggu hasil dari Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved