Berita Banjarbaru

Terminal Gambut Segera Operasional, BPTD Masih Menghadapi Permasalahan ini

Upaya pengoperasionalan Terminal Regional Tipe A Gambut Barakat di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus dimantapkan.

Terminal Gambut Segera Operasional, BPTD Masih Menghadapi Permasalahan ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (18/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Upaya pengoperasionalan Terminal Regional Tipe A Gambut Barakat di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus dimantapkan.

Senin (18/2) pagi dilangsungkan rapat persiapan pengoperasian terminal antar kota antar provinsi (AKAP) Kalsel tersebut.

Rapat dimulai pukul 10.00 Wita, dipimpin Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV, Ardono. Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Banjar HMA Basith duduk hadir dan duduk di sebelah kanan Ardono.

Pada rapat tersebut, pihak BPTD mengundang institusi terkait.

Selain Dishub Banjar, juga mengundang Dishub Provinsi Kalsel, Dishub Kota Banjarmasin, Dishub Kota Banjarbaru, Dinas Kesehatan Banjar, PT Jasa Raharja Kalsel, Camat dan Lurah Gambut.

Baca: Kisah Wali Kota Jambi Syarif Fasha 5 Tahun Tak Ambil Gaji untuk Bantu Siswa Kurang Mampu

Baca: Ammar Zoni Akan Nikahi Irish Bella, Eks Pacar Ranty Maria Tepis Tudingan Telikung Giorgino Abraham

Baca: Reaksi Verrell Bramasta Lihat Natasha Wilona Dirayu Hotman Paris Hutapea di Atas Lamborghini

Baca: Reaksi Ayu Ting Ting Dijodohkan dengan Kriss Hatta, Pria Sedang Berselisih dengan Billy Syahputra

Dalam paparannya, Ardono antara lain menuturkan kondisi terminal saat ini sangat siap dioperasionalkan.

Akses jalan masuk/keluar menuju terminal dalam kondisi baik.

Personel yang ditugaskan di Terminal Tipe A Gambut Barakat juga cukup memadai.

"Jumlahnya 58 orang yang terdiri atas empat orang PNS dan 54 orang non-PNS," sebut Ardono.

Lebih lanjut ia mengatakan permasalahan yang dihadapi saat ini yakni bus AKAP tidak bersedia dipindahkan ke Terminal Tipe A Gambut Barakat.

Lalu, trayek terusan AKDP, angkot, dan angdes belum terintegrasi.

Kemudian, belum tersedianya rambu-rambu dan pengarah rute trayek menuju terminal.

Juga diperlukan pos pengawasan di titik-titik manuver pergerakan bus untuk berputar arah.

"Selain itu juga perlu alokasi loket penjualan tiket di terminal yang disesuaikan dengan jumlah PO yang akan masuk ke terminal," paparnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved