Berita Tanahlaut

Diizinkan Bupati Tanahlaut, Armada Tambang Bijih Besi Akhirnya Dibolehkan Melintas di Pantai Linuh

Persetujuan itu sesuai dengan keputusan bupati Tanahlaut, H Sukamta yang memutuskan membolehkan armada melintas.

Diizinkan Bupati Tanahlaut, Armada Tambang Bijih Besi Akhirnya Dibolehkan Melintas di Pantai Linuh
Banjarmasinpost.co.id/milna sari
Warga yang sempat memblokade jalan Desa Pantai Linuh, Kecamatan Batu Ampar, Tanahlaut, dari armada tambang bijih besi beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemkab Tanahlaut akhirnya memberi izin armada tambang biji besi PT Bimo Taksoko Gono yang merupakan kontraktor PD Baratala Tuntung Pandang untuk melintas di jalan desa Pantai Linuh Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.

Persetujuan itu sesuai dengan keputusan bupati Tanahlaut, H Sukamta yang memutuskan membolehkan armada melintas.

Jalan Desa Pantai Linuh sendiri kini sudah dalam keadaan mulus, karena baru diperbaiki pada 2017 lalu. Jalan diketahui merupakan jalan umum dengan klasifikasi jalan kelas tiga yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan muatan sumbu terberat maksimal delapan ton.

Namun saat melintas terang Sukamta armada juga harus mematuhi aturan yang diberlakukan yaitu memperhatikan tata cara pemuatan dan kelas jalan yang dilalui.

"Artinya maksimal beban berat angkutan delapan ton," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (20/2/2019).

Baca: Tujuh Jam, Sakur Tetap Bertahan di Tower BTS Jalan Tembus Mantuil, 3 Anaknya Didatangkan

Baca: Moratorium Sawit, Dari 97 Perusahaan Sawit di Kalsel, Hanya Dua Izin yang Dikeluarkan Pemprov

Baca: LINK Live Streaming Garuda Select Vs MK Dons di Inggris Rabu (20/2) Malam Ini, Live Supersoccer TV!

Dengan itu tambahnya ketertiban, keamanan, dan keselamatan berlalu lintas serta kelancaran arus distribusi barang yang dibawa bisa terjaga.

Terkait rencana deposito oleh PD Baratala terang Sukamta tetap diberlakukan. PD Baratala sendiri terangnya juga sudah bersedia bila terjadi kerusakan akan memperbaiki dengan dana preservasi yang secara teknis akan diatur kemudian turut menjaga dan memelihara penganggaran perbaikan.

Pemkab terangnya juga memberikan persyaratan batasan waktu maksimal 25 hari pengangkutan sejak dimulainya pengangkutan, dengan waktu operasional mulai pukul 13,00 sampai dengan 20.00 WITA.

"Sebelum melakukan aktifitas pengangkutan bijh besi, tentunya PD Baratala Tuntung Pandang juga harus berkoordinasi dengan Polres Tanah Laut dan Dinas Perhubungan," tambahnya.

Terkait perangkat desa yang mengancam mundur sambungnya agar tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

Sementara kepada warga Desa Pantai Linuh ia berharap dapat menahan diri dan menjaga keamanan,
ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing -masing.

"Ini adalah kesepakatan bersama antara perangkat desa dengan PD Baratala yang sudah difasilitasi oleh Pemkab jadi tolong dipatuhi," tegasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved