Penutupan Jembatan Alalak

Diperkirakan 500 Siswa Batola Terdampak Penutupan Jembatan Alalak

Terkait jumlah pelajar yang bolak-balik dari Batola-Banjarmasin dan Banjarmasin-Batola, Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji,

Diperkirakan 500 Siswa Batola Terdampak Penutupan Jembatan Alalak
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (20/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Terkait jumlah pelajar yang bolak-balik dari Batola-Banjarmasin dan Banjarmasin-Batola, Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji, menjelaskan untuk jenjang SMP diperkirakan ada sekitar 100 anak warga Kecamatan Alalak yang saat ini sekolah di sejumlah SMPN di Banjarmasin.

“Iya ada sekitar 100 siswa asal Alalak itu sekolah di SMPN Banjarmasin. Selama dua tahun ke depan ratusan pelajar itu akan terkena dampak macet, “ kata Sumarji.

Sumarji menyatakan ratusan pelajar ini akan mengalami masalah saat berangkat dan pulang sekolah karena akan terjadi kemacetan di semua sudut jalan pascapenutupan Jembatan Sungai Alalak nantinya.

Baca: Veronica Tan & Nicholas Sean Pamer Momen Ini Saat Ahok BTP & Puput Nastiti Devi Digosip Bulan Madu

Baca: Beda Sikap Mulan Jameela dan Maia Estianty Saat Ahmad Dhani di Penjara Melalui Postingannya

Baca: Arwah Julia Perez Masih Gentayangan dan Pulang ke Rumah Setiap Hari Jumat, Ternyata Jupe Butuh Ini

Kepala SMAN 1 Alalak, Kabupaten Batola, Rusmin, yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batola menjelaskan, saat ini sekitar 500 siswa Alalak Berangas itu sekolah di sejumlah SMA di Banjarmasin seperti SMAN 11, SMAN 12 dan SMAN 5 Banjarmasin dan sejumlah SMK lainnya.

“Iya data kami ada 500 siswa Alalak Batola, yang sekolah di SMA dan SMK di Banjarmasin. Ini perlu dipikirkan agar mereka tidak kena macet. Kalau pun menyeberang lewat dermaga, bagaiman aturannya agar tidak terlambat sekolah,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved