Berita HST

Ini Penjelasan Kadishub dan Kasat Lantas Terkati Seringnya Kecelakaan di Pengambauan Hilir Luar

ecelakaan di Jalan A Yani Desa Pengambauan Hilir Luar, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan sudah sering terja

Ini Penjelasan Kadishub dan Kasat Lantas Terkati Seringnya Kecelakaan di Pengambauan Hilir Luar
banjarmasin post group/ eka pertiwi
Kediaman Sadri di Jalan A Yani Desa Pengambauan Hilir Luar Kecamatan Haruyan Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, usai ditabrak kontainer, Selasa (19/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kecelakaan di Jalan A Yani Desa Pengambauan Hilir Luar, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan sudah sering terjadi.

Bahkan, jumlahnya mencapai lebih dari 50 kali dalam kurun waktu tiga tahun.

Kecelakaan terbaru, terjadi Selasa (19/2/2019) dini hari, tepatnya pada pukul 12.05 Wita, truk kontainer menabrak rumah warga, beruntung tak ada korban jiwa. Kontainer pengangkut baja tiang pancang jembatan baru bisa dievakuasi pada Rabu (20/2/2019).

Kasat Lantas Polres Hulu Sungai Tengah, AKP Abdul Rokhim, menjelaskan di Jalan A Yani Desa Pengambauan Hilir Luar jalanyanya licin apalagi saat hujan tiba.

Selain itu, jalan di sana juga memiliki tikungan yang tajam. Apalagi, saat malam kurannya penerangan membuat kawasan tersebut rawan.

Baca: Sadri Tidur di Kamar Saat Truk Kontainer Pengangkut Tiang Pancang Jembatan Menabrak Rumahnya

Baca: Kepala Desa Ungkap Kecelakaan di Desa Pangambauan Hilir Luar Lebih 50 Kali Dalam 3 Tahun Terakhir

Baca: 9 Jam di Atas Tower, Sukur Minta Datangkan Istri, Petugas Matikan Jaringan BTS Demi Keselamatan

"Selain itu yang paling sering human error atau faktor manusia yang kelelahan, ngantuk. Kejadiannya juga sering terjadi pada malam dan dini hari," bebernya.

Upaya yang dilakukannya yakni berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan terkait jalan di sana.

Untuk meminimalisir kecelakaan sebenarnya sudah dipasang pita getar di kedua sisi jalan. Bahkan batas jalan juga dipasang pagar besi.

"Rambu juga sudah ada di sana," jelasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah, M Yani mengatakan jika kecelakaan terjadi karena tikungan yang kemiringannya tidak seimbang.

"Kalau teori pembuatan jalan harusnya ada peninggian pada sisi tikungan sehingga tekanan berat kendaraan tidak hanya bertumpu pada sumbu ban melainkan sumbu ban ada yanfg menghalangi seperti konsep tong edan," jelasnya.

Terkait jalan, ia tak berhak mengusulkan. Menurutnya yang mengusulkan perubahan jalan yakni Dinas Pekerjaan Umum. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved