Kriminalitas Batola

Kades Sungai Rasau Batola, Mengaku Bayar Utang dari Hasil Korupsi Dana Desa Rp 300 Juta

Kepala Desa Sugai Rasau, Kecamatan Cerbon Kabupaten Batola, Bahrun, tersangka korupsi dana desa Sungai Rasau Rp 300 juta lebih tahun 2017.

Kades Sungai Rasau Batola, Mengaku Bayar Utang dari Hasil Korupsi Dana Desa Rp 300 Juta
banjarmasin post group/ edi nugroho
Gelar kasus Bahrun, tersangka korupsi dana desa Rp300 juta lebih Kades Sungai Rasau Kecamatan Cerbon Batola di Polres Batola, Rabu (20/2/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kepala Desa Sugai Rasau, Kecamatan Cerbon Kabupaten Batola, Bahrun, tersangka korupsi dana desa Sungai Rasau Rp 300 juta lebih tahun 2017, mengaku terjerat hutang sehingga nekad mengkorupsi dana desa yang dikelolanya. Begitu terjerat hutang, Bahrun pun melarikan diri ke Kaltimg untuk menjual tanah untuk menebus hutang-hutangnya.

“Iya, saya khilaf dan terjerat hutang. Korupsi dana desa hanya untuk membayar hutang pribadi. Bukan untuk lain-lain. Hutanya macam-macam. Rencana mau jual tanah di Kaltim, tapi sudah ditangkap” kata Bahrun didampingi Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya, saat gelar kasus korupsi dana desa, Rabu (20/2/19), di Polres Batola.

Bahrun sendiri sempat melarikan diri sejak 25 Juni 2018 lalu dan disergap polisi, Jumat (1/2/2019), di Kutai Kartanegara, Kaltim. Menurut Kapolres, berdasarkan laporan dari hasil perhitungan Inspektorat Batola yang diterima pihak Polres Batola, total kerugian negara akibat kasus ini berjumlah Rp 367.400.429.

Baca: Moratorium Sawit, Dari 97 Perusahaan Sawit di Kalsel, Hanya Dua Izin yang Dikeluarkan Pemprov

Dijelaskan Kapolres, total kerugian uang tersebut terdiri dari dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) ABPDes tahun 2017 senilai Rp 107.872.804, yang tidak disetorkan ke kas desa, kekurangan volume pekerjaan tahun 2017 senilai Rp 169.699.140, pekerjaan yang tidak dilaksanakan senilai Rp 70.570.100, serta sisa pajak tahun 2017 yang tidak disetorkan ke kas negara senilai Rp 19.288.385.

Dijelaskan Mugi, dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 Desa Sungai Rasau, Kabupaten Batola, yang nilainya sebesar Rp 1.265.357.858 yang dibelanjakan, namun yang dibuatkan pertanggungjawabannya hanya senilai Rp 951.158.954. Sisanya, Rp 314.198.904, belum digunakan.

“Namun yang ada ada di rekening kas desa pada Januari 2018 tadi hanya senilai Rp 1.453.000,” terang Mugi. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved