Berita HST

Upaya Lindungi Hak Anak dari Dampak Pernikahan Dini, di Barabai Digelar Kegiatan Ini

Melindungi anak dari akibat negatif pernikahan dini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Kalimantan Selatan menggelar kegiatan

Upaya Lindungi Hak Anak dari Dampak Pernikahan Dini, di Barabai Digelar Kegiatan Ini
Humas Kemenkumham Kalsel
Melindungi anak dari akibat negatif pernikahan dini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Kalimantan Selatan menggelar kegiatan diseminasi HAM, Selasa (19/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Melindungi anak dari akibat negatif pernikahan dini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Kalimantan Selatan menggelar kegiatan diseminasi HAM, Selasa (19/2/2019)

Kegiatan tersebut digelar di ruang auditorium Kantor Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) di Barabai yang merupakan hasil kerjasama Kemenkumham Kalsel melalui Bidang HAM Divisi Pelayanan Hukum dan HAM dengan Bidang Hukum Pemkab HST.

Sebanyak 25 orang yang terdiri dari para tenaga pendidik, pelajar, dan perwakilan Satuan Kerja Pemerintah Daerah HST mengikuti kegiatan tersebut, juga dihadiri Asisten Bidang Administrasi dan Umum, H Ehwan Rijani.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian hadir dan membuka langsung.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Subianta Mandala jadi narasumber bersama Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Barabai, Rahmatullah.

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming Jawapos TV Perseru Serui vs PSM Makassar di Piala Indonesia 2018 Sore Ini

Baca: Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Masjid yang Sama Maia Estianty dan Irwan Mussry Menikah?

Baca: Arwah Julia Perez Masih Gentayangan dan Pulang ke Rumah Setiap Hari Jumat, Ternyata Jupe Butuh Ini

”Pernikahan di usia dini telah melanggar hak tumbuh kembang anak, hak pendidikan, hak sosial-politik, hak bebas dari kekerasan. Usia pernikahan yang diperbolehkan di Indonesia adalah minimal Laki-laki berusia 19 tahun dan Perempuan 16 tahun. Itu artinya pernikahan anak adalah pernikahan yang terjadi sebelum anak mencapai usia 18 tahun, sebelum matang secara fisik, fisiologis dan psikologis untuk bertanggung jawab terhadap pernikahan dan anak yang diahsilkan dari pernikahan tersebut," ucap Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Subianta Mandala mengatakan kegiatan ini penyelenggaraan diseminasi HAM di Barabai dengan tema perlindungan Anak dari pernikahan usia dini.

"Menekan maraknya pernikahan dini dan untuk menaikan angka derajat pendidikan serta mengurangi resiko perceraian, selain itu juga memberikan wawasan dasar kesehatan reproduksi, termasuk didalamnya resiko terkena infeksi HIV yang tentunya juga akan mengancam keselamatan ibu dan bayinya.Pernikahan dibawah usia 18 tahun dinilai bentuk pengingkaran negara terhadap kerentanan setiap anak, sekaligus pengabaian terhadap hak perlindungan bagi anak dari segala bentuk diskriminasi, " katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved