Berita Banjarmasin

Ada di Tengah Kota Banjarmasin, Sekolah Ini Nyaris Hancur, Lantai Bolong-bolong, Plafon Rusak Parah

Miris, begitulah kondisi sebuah sekolah Madrasah Ibtidayah Swasta Musyawarah di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin, Kalsel, Kamis (21/2/2019)

Ada di Tengah Kota Banjarmasin, Sekolah Ini Nyaris Hancur, Lantai Bolong-bolong, Plafon Rusak Parah
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Begini kondisi Madrasah Ibtidayah Swasta Musyawarah di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Miris, begitulah kondisi sebuah sekolah Madrasah Ibtidayah Swasta Musyawarah di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin, Kalsel, Kamis (21/2/2019) siang.

Berada di tengah perkotaan, rupanya tak menjamin sejumlah siswanya pun bisa menikmati fasilitas yang layak seperti sekolah-sekolah pada umumnya.

Sekolah tersebut sejatinya memang terdiri dari tujuh ruangan. Enam diantaranya ruang kelas sedangkan sisanya merupakan ruang kantor guru.

Layaknya pelajar pada umumnya, sekilas sejumlah murid pun Kamis (21/2/2019), mengikuti proses belajar dan mengajar menggunakan meja dan kursi.

Namun yang cukup menyita perhatian, ialah terlihat pada lantai sekolah. Pasalnya, hampir sepanjang tujuh meter lebih papannya terlepas dan menganga.

Baca: Pengamat Hukum ULM Nilai Kejati Kalsel Bisa Ambilalih Kasus Kunker Fiktif DPRD Kabupaten Banjar

Baca: 5 Fakta Gadis Banjarmasin yang Hidup Bersama 19 Kucing Liar di Jogja, Tinggal di Kamar Sempit

Baca: Sosok Cucu Kesayangan Istri SBY Ani Yudhoyono, Gayatri yang Buat Tersenyum Kala Sakit Kanker Darah

Selain itu, kondisi miris lainnya juga terlihat pada plafon teras sekolah yang dibiarkan lama bolong dan rusak.

Madrasah Ibtidayah Swasta Musyawarah di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin
Madrasah Ibtidayah Swasta Musyawarah di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie)

Tidak hanya di luar ruangan melainkan kondisi memprihatinkan lainnya juga nampak di dalam kelas.

Satu diantaranya seperti di kelas satu MIS Musyawarah, di ruangan tersebut sejumlah siswa selain memperuntukkannya sebagai ruang belajar.

Ternyata juga tempat berwudhu ketika hendak menunaikannya shalat zuhur. Gundukan kayu galam juga nampak terlihat di ruangan itu.

Kepala MIS Musyawarah, Sirajuddin mengaku kondisi memprihatinkan tersebut sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Ia sebetulnya juga sudah berupaya mencari jalan untuk memperbaikinya.

Namun lantaran belum mendapatkan tanggapan baik dari pihak swasta maupun pemerintah, sampai saat ini upaya tersebut masih pupus.

"Iya dulu pernah masukkan proposal bantuan perbaikan ke Kemenag Kota Banjarmasin sebanyak sekitar dua atau tiga kali. Cuman enggak tahu kenapa belum ada tanggapan," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved