Berita HSS

Belum Tersentuh Listrik Warga Dua Dusun di Loksado Numpang Ngeces Hape di Warung Kamawakan

Sebagian besar warga di desa terpencil, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan sudah tersentuh jaringan listrik.

Belum Tersentuh Listrik Warga Dua Dusun di Loksado Numpang Ngeces Hape di Warung Kamawakan
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Petugas Memperbaiki Jaringan Listrik di Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sebagian besar warga di desa terpencil, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan sudah tersentuh jaringan listrik.

Bahkan tahun 2019 ini, jaringan listrik PLN Kalselteng Area Barabai, Rayon Kandangan  sedang memasang jaringan di Desa Haratai kecamatan setempat. Namun, diakui masih ada beberapa titik lokasi di desa-desa terpencil belum tersentuh jaringan listrik.

Seperti di Dusun Maabai dan Mantaing, anak Desa Kamawakan, yang berjarak delapan kilometer dari Loksado. Dua warga di dusun tersebut sangat mendambakan listrik, dan selama ini warga setempat menggunakan genset. Mereka pun urunan membeli bahan bakar bensin.

“Masalahnya, mau pakai lampu minyak sekarang minyak  tanah sudah langka. Kalaupun ada, harganya Rp 16 ribu per liter,”kata Kades Kamawakan Ardani, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/2/2019).

Kades menjelaskan, Kamawakan  sendiri  baru dialiri listrik PLN sejak  pertengahan 2018 lalu. Sejak itu pihaknya tak lagi memakai genset yang menurut Ardani  boros bahan bakar.

Baca: Satpolair Tanahbumbu dan Warga Singkirkan 30 Kg Pecahan Kaca dan 1,5 Ton Sampah Pantai Bahari

Baca: Sidang Pembunuhan Levie Prisilla, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Guru Spritual Korban dan Terdakwa

Baca: LIVE RCTI! Live Streaming Jawapos TV Persija vs PS Tira Persikabo di Piala Indonesia 2018

Namun, dua dusun tadi belum dimasuki jaringan PLN, dengan alasan sulit memasang jaringan karena kondisi medan jalannya. Desa Kamawakan baru bisa dilintasi kendaraan roda dua. Jarak Kamawakan ke dusun Maabai , sebut Ardani sekitar dua kilometer, dan ke Mantaing sekitar satu kilometer.

Adpun penduduk dusun Maabai tujuh keluarga, dan empat keluarga di Dusun Mantaing, dari total 120 keluarga di Desa Kamawakan. Atau total jumlah penduduk 400 jiwa lebih. Kades menyatakan, upaya meminta jaringan listrik untuk dua dusun tersebut telah disampaikan kepada pihak PLN Unit Pelayanan KAndangan, melalui pengajuan proposal.

“Dari PLN Kandangan menyatakan masih menunggu dananya. Padahal jika tak bisa pakai tiang besi, tiang dari kayu ulinpun warga kami tak mengapa. Kami siap membantu gotong royong mendirikan tiang dari ulin, asalkan listrik bisa masuk ke dusun itu. Itu harapan warga kami sejak lama, “ungkap Ardani.

Kades menyatakan, mayoritas warga setempat hidup dari hasil hutan, seperti kayu manis, kemiri, menyadap karet dan bercocok tanam padi gogo. Jaringan seluler pun bisa diakses menggunakan operator seluler tertentu, meski hanya bisa  di titik lokasi yang tinggi. Sejumlah warga, sebut dia  memiliki telepon genggam,  namun, tak setiap saat  bisa mengisi ulang baterai teleponnya.

Baca: 5 Fakta Gadis Banjarmasin yang Hidup Bersama 19 Kucing Liar di Jogja, Tinggal di Kamar Sempit

Baca: Mbah Mijan Peringatkan Ini Pada Ammar Zoni dan Irish Bella Agar Tak Kandas Jelang Pernikahan

Baca: Sudah Bertunangan, Mbah Mijan Ungkap Kemungkinan Ammar Zoni dan Irish Bella Akan Berpisah

Kadang menunggu genset menyala. Tapi karena kapasitas genset juga terbatas, warga Maabai dan Mantaing numpang ngisi di rumah sanak keluarga di Kamawakan.

Bagi yang tak memiliki sanak keluarga di desa yang sudah terjangkau listrik tersebut, kata Kades, disediakan dua tempat, yaitu di gardu dan di sebuah warung. Warung tersebut memasang tarif Rp 2.000 per satu kali mengeces sampai full.  (banjarmasinpost.co.id/hanani) 

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved