Advetorial Adaro

Bertemu Si Pemalu di Kolong Jembatan Barito

Bicara destinasi wisata, Kalimantan Selatan sudah kadung identik dengan pasar terapung.

Bertemu Si Pemalu di Kolong Jembatan Barito
Dok PT Adaro untuk BPost Group
Penampakan Jembatan Barito berlatar belakang Pulau Bakut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bicara destinasi wisata, Kalimantan Selatan sudah kadung identik dengan pasar terapung.

Iklan lawas di RCTI beberapa dekade lalu yang memperlihatkan Acil Jukung sedang beraktivitas di atas perahunya sembari mengacungkan jempol, turut menegaskan kesan itu.

Bagi orang luar Kalimantan, bicara Kalimantan Selatan, ya bicara pasar terapung.

Padahal, berkunjung ke pasar terapung hanya satu dari sekian banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Banua. Sebut saja, mengunjungi bukit-bukit instagramable di Pelaihari, wisata budaya dan sejarah di beberapa museum di Banjarmasin, wisata bawah laut di Kotabaru, hingga bamboo rafting di Sungai Amandit Loksado.

Kali ini, ada satu lagi pilihan untuk berwisata dengan lokasi yang tak jauh dari Kota Banjarmasin: melihat aktivitas bekantan di Taman Wisata Alam (TWA) PulauBakut, Kabupaten Baritokuala.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Pulau Bakut yang baru dibuka untuk umum akhir 2018 lalu, sekaligus melakukan syuting video bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan.

Matahari sedang terik-teriknya ketika kami sampai di Jembatan Barito siang itu.

Sosok bekantan yang mendiami Pulau Bakut di bawah Jembatan Barito
Sosok bekantan yang mendiami Pulau Bakut di bawah Jembatan Barito (Dok PT Adaro untuk BPost Group)

Beberapa bongkah awan di angkasa tak cukup kuat untuk meneduhkan udara di Kalimantan Selatan yang sedangmengalamiperalihandarimu simhujankekemarauini.

Tengah hari begini sebenarnya memang bukan waktu paling ideal untuk menyeberang ke Pulau Bakut. Pagi dan sore hari adalah saat terbaik, selain karena matahari tidak terlalu ganas menyengat, pencahayaan pada golden hari itu sangat baik jika ingin berfoto ria di sana.

Tapi apa boleh buat, untuk mempersiapkan syuting sore harinya, selepas salat Jumat di Masjid Hasanuddin Madjedi, Kayutangi, kami tim Media Relations PT Adaro Indonesia berangkat duluan menuju Pulau Bakut.

Halaman
1234
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved