Berita Tanahbumbu

Dinkes Tanbu 'Keroyok' Berantas Biang DBD, Selama Januari Meningkat 60 Kasus

Kasus demam berdarah dangue (DBD) yang penyebaran disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Tanahbumbu terus meningkat.

Dinkes Tanbu 'Keroyok' Berantas Biang DBD, Selama Januari Meningkat 60 Kasus
Foto istimewa dari Hasmi
fogging dan sosialisasi serta pemantauan jentik sebagai upaya meminimalisir DBD 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kasus demam berdarah dangue (DBD) yang penyebaran disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Tanahbumbu terus meningkat. Sampai dengan Januari, tercatat 60 kasus. Meski di Februari ini trendnya mulai mengalami penurunan.

Seiring meningkatnya jumlah kasus di Januari, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahbumbu pun kini akan lebih mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Setiap kecamatan atau wilayah kerja puskesmas, minimal ada daerah dijadikan lokasi kegiatan PSN dan 3M plus. Mulai pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik.

"Jadi benar-benar kawal dan dibina. Atau bisa dinamakan keroyokan lah," kata Kepala Dinkes Tanahbumbu HM Damrah kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/2/2019).

Baca: Satpolair Tanahbumbu dan Warga Singkirkan 30 Kg Pecahan Kaca dan 1,5 Ton Sampah Pantai Bahari

Baca: Baznas Kalsel Berikan Delapan Anugerah Award untuk Muzaki Hingga Instansi Penyumbang Zakat

Baca: Jadwal Timnas U-22 Indonesia vs Kamboja Live RCTI, Penentu Nasib Indonesia di Piala AFF U-22 2019

Saat ini pihaknya masih menyusun dan akan membuat kesepakatan semua pihak terkait yang terlibat. Mulai dari pemerintahan kecamatan, desa dan petugas puskemas. Untuk menentukan daeran mana yang akan dijadikan percontohan.

Diakui Damrah, penyakit demam berdarah sangat erat hubunganya dengan nyamuk aedes aegypty yang dipicu dari faktor lingkungan menjadi perindukan dan perkembang biakannya.

"Kalau semua masyarakat di satu tempat melakukan aksi untuk kegiatan tersebut, rutin dan berkesinambungan. Bisa mengurangi populasi nyamuk," ujar Damrah.

Dia yakin dengan pola ini, jumlah kasus dan penderita DBD dapat ditekan. "Kalau pun ada juga tidak terlalu banyak. Karena sudah membuat dan membersihkan lingkungan secara rutin, memantau jentik maka vektor penular akan berkurang," jelas Damrah kepada banjarmasinpost.co.id.

Apalagi kadang-kadang penyakit DBD dari Tanahbumbu. Tapi biasa dari luar Tanahbumbu, ditambah banyaknya nyamuk di Tanahbumbu. Bisa menyebabkan lebih cepatnya penularan.

Damrah mengakui untuk di Januari tercatat 60 kasus DBD. Namun ditegaskan dia, tidak ada penderita yang meninggal.

"Ada tren menurun di bulan Februari, tapi belum fik. Tapi kayaknya trennya turun," tandas Damrah.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved