Berita HSS

HSS Laksanakan Seleksi Pegawai Kontrak PPPK Sabtu 23 Februari 2019, Hanya 71 Orang yang Layak

Salah satu daerah yang melaksanakan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan status pegawai kontrak, adalah HSS

HSS Laksanakan Seleksi Pegawai Kontrak PPPK Sabtu 23 Februari 2019, Hanya 71 Orang yang Layak
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Tes seleksi CPNS beberapa waktu lalu di SMKN 1 Barabai, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Salah satu daerah yang melaksanakan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan status pegawai kontrak, adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) HSS telah mengumumkan seleksi tahap pertama tersebut bakal digelar Sabtu, 23 Febriari 2019 mendatang, sesuai usul yang disampaikan pe Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Kepala BKD HSS, H Zulkipli kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/2/2019) menjelaksan, adapun jumlah peserta yang terdaftar dan memenuhi syarat ada 71 orang. Terdiri 41 guru dan 30 orang penyuluh pertanian.

“Kartu peserta tes sudah dicetak dan sudah dibagi mulai Rabu kemari,”kata Zulkipli. Dijelaskan, tes dengan sistem computer assisted Test (CAT) UNBK diusulkan pada Sabtu tersebut, hanya satu hari, dan satu sesi.

Baca: Ponsel Pintar Layar Lipat Pertama Samsung Meluncur, Ada 6 Kamera di Galaxy Fold, Harganya Fantastis

Baca: Andhika Pratama Marah saat Mantan Istri Gubernur Kalteng, Ussy Sulistiawaty Ketahuan Main Film Ini

Baca: Lawan Arema Malang di Laga Perdana Piala Presiden, Manager Barito Putera Hasnur Sebut Batu Malang

Tempatnya, di SMAN 1 Kandangan, Jalan Batuah Nomor 31 Kecamatan Kandangan,HSS. Sebelumnya Zulkipli menyebutkan, total pegawai honor yang diusukan ke BKN ada 100 orang.

Mereka masuk pegawai honor kategori II yang memegang SK pemerintah daerah sejak tahun 2005. Tenaga honor tersebut adalah guru dan penyuluh pertanian.

Untuk guru honor, meliputi guru TK, SD, SMP hingga SMA. Namun, dari 100 orang yang diusukan tersebut, menurut ZUkipli hanya 71 orang yang mendaftar.

“Kemungkinan yang lainnya tak bisa memenuhi syarat pendidikan. Misalnya, ada guru yang belum berpendidikan S1, karena syaratnya harus sarjana S1,”jelasnya.

Baca: Pelihara Kucing Liar yang Dibuang, Icha Sempat Dikatain Wong Gendeng

Baca: Dukungan ke Prabowo-Sandiaga Via WA, ASN Kemenag Diperiksa Bawaslu, Begini Alasannya

Disebutkan, selain tes tertulis, masih ada tahapan tes lain, yaitu wawancara, yang jadwalnya ditentukan kemudian.

Sementara itu, salah satu guru honor Tri Purnasari, pengajar di TK Aisyiyah 1 Kandangan menyatakan sangat berharap masih ada seleksi tapa selanjutnya, untuk tenaga honor di luar K2.

Sari sendiri mengaku sudah 13 tahun menjadi guru di TK tersebut, sejak 2006. Menurut guru berprestasi terbaik ke empat nasional tersebut, kesempatan menjadi pegawai honor kontrak sangat dia nantikan.

Selain untuk perbaikan kesejahteraan, status PPPK lebih baik karena ada persaingan dalam dalam hal kinerja.

“Kalau kinerjanya baik, kontraknya diperpanjang. Ini juga memberikan kita motivasi untuk selalu mmeberikan kinerja yang baik. Saat sekarang pun, kami berupaya menjadi pendidik yang professional, kreatif dan inovatif,”kata Sari yang juga penulis dongeng anak-anak yang masuk 10 besar penulis literasi nasional.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved