Berita Banjarmasin

Jual Pariwisata, Desain Halte BRT Banjarbakula Tambah Keindahan dan Estetika Kota Banjarmasin

Dalam waktu cepat, rencana operasional Bus Rapid Transit (BRT) yang merupakan program Banjarbakula akan dilaksanakan oleh Dishub Kalsel.

Jual Pariwisata, Desain Halte BRT Banjarbakula Tambah Keindahan dan Estetika Kota Banjarmasin
Capture Banjarmasin Post
Banjarmasin Post Kamis 21 Februari 2019 halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam waktu cepat, rencana operasional Bus Rapid Transit (BRT) yang merupakan program Banjarbakula akan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, permasalahan keberadaan halte di Jalan A Yani Banjarmasin sempat menjadi pembicaraan oleh Pemko Banjarmasin dan Dishub Provinsi Kalsel karena dikhawatirkan akan menutup trotoar.

Namun dikatakan Staf Teknis Bidang Angkutan Jalan, Muhammad Wahyudi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemko Banjarmasin mengenai keberadaan halte tersebut.

"Itu sudah korodinasi. Jadi desainnya menggunakan kanopi dan di tiang ada tempat duduknya. Jadi tidak menggangu," jelas Wahyudi, Rabu (20/2).

Dari desain tersebut, Wahyudi mengatakan, BRT sama sekali tidak merusak keindahan kota. Namun juga menambah estetika di Kota Banjarmasin serta menjual pariwisata. Sehingga tidak hanya membantu mengurai volume melalui jasa transportasi umum.

Baca: Desain Halte BRT Banjarbakula Tak Ganggu Trotoar, Halte Utama di Taman Siring 0 Km Banjarmasin

Baca: Usai Simulasi, Dishub Kalsel Usul Tambahan 20 Bus BRT Banjarbakula ke Kementerian, Ini Tujuannya

Baca: Pendaftar Bidikmisi Nihil, Prodi Manajemen Favorit SMNPTN dengan Total 1.074 Pendaftar

Keberadaan halte sebutnya tidak akan menggangu pengguna jalan. Selain itu warga yang memanfaatkan BRT tetap bisa menunggu sembari duduk. Karena di halte akan tersedia kursi yang sejajar dengan tiang halte.
Ia juga menggambarkan mengenai BRT nantinya. Dimana sementara ini untuk Banjarmasin hanya akan diberlakukan satu koridor, meski sebelumnya direncanakan dua koridor.

"BRT di Banjarmasin sementara akan dilaksanakan di satu koridor, Banjarmasin-Banjarbaru. Karena mengingat armada busnya terbatas dan merupakan bantuan kementerian lima unit," ucap Wahyudi.

Sebagai cara mengoptimalkan operational BRT, lantas pilihan jalur satu koridor pun dilakukan. Terlebih waktu dan jarak tempuh pun menurut Wahyudi sudah diperhitungkan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kabid Angkutan Dishub Kota Banjarmasin, Rini. Ia mengatakan Pemko Banjarmasin sudah melakukan koordinasi dengan Dishub Provinsi Kalsel. Hasilnya, atas keputusan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, halte bisa dibuat dengan desain tanpa mengganggu trotoar.

"Mengenai halte sudah kami koordinasikan dan oleh Pak Wali Kota sudah bicarakan. Haltenya dibangun mundur dan hanya sedikit kena trotoar. Jadi semua masih bisa, begitupun orang yang jalan kaki dan melintas tidak masalah," ucapnya.

Baca: Dukungan ke Prabowo-Sandiaga Via WA, ASN Kemenag Diperiksa Bawaslu, Begini Alasannya

Baca: Bukan dengan Pevita Pearce, Eks Luna Maya, Ariel Noah Liburan ke Jepang dan Lakukan Aksi Konyol

Baca: Hanya Hitungan Detik, Tiba-tiba Terjadi Ledakan di Mal Taman Anggrek, Begini Pengakuan Karyawan

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Rusdiansyah menjelaskan simulasi perlu dilakukan agar para driver dan kernet BRT dapat melaksanakan program uji coba dengan lancar. Dan Dishub sudah melakukan uji coba sekali.

Mengingat uji coba BRT koridor 1 dari Banjarmasin menuju Kabupaten Banjar ini masih harus menggunakan halte bus yang sudah eksis saat ini. Sedangkan halte khusus BRT masih dalam proses pembangunan oleh pihak swasta, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap program pemerintah.
Jika halte seluruhnya sudah terbangun maka barulah BRT koridor 1 akan benar-benar beroperasi melayani masyarakat.
Tujuannya memberitahukan rute dan halte yang disinggihi supaya para sopir mengetahui. Yang digarisbawahi sopir BRT tidak boleh mengambil penumpang di luar bus stop atau halte yang sudah ditentukan. "Jadi harus singgahi di halte yang sudah ada," kata dia.

Disampaikan oleh Staf Teknis Bidang Angkutan Jalan, Muhammad Wahyudi, pihaknya masih pada tahapan pembuatan halte yang dilakukan melalui CSR. Hal itu sebagai cara memaksimalkan pelayanan pada transportasi umum nantinya.
Di Banjarmasin, menurut Wahyu akan ada sekitar sembilan sampai 10 halte yang akan disiapkan. Keberadaan halte tersebut diletakan pada area tertentu. Di antaranya beberapa lokasi di Jalan A Yani. Sementara halte utama, yakni di 0 KM, Jalan Sudirman, Banjarmasin. (ell/lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved