Berita Banjarmasin

Pendaftar Bidikmisi Nihil, Prodi Manajemen Favorit SMNPTN dengan Total 1.074 Pendaftar

Sebanyak 7.650 orang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi. Namun ternyata program beasiswa Bidikmisi tak ada peminat alias nihil pendaftar.

Pendaftar Bidikmisi Nihil, Prodi Manajemen Favorit SMNPTN dengan Total 1.074 Pendaftar
internet
SNMPTN 2016 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berakhir Selasa (19/2) pukul 23.00 Wita. Sebanyak 7.650 orang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi. Namun ternyata program beasiswa Bidikmisi tak ada peminat alias nihil pendaftar.

"Jumlah pendaftar hingga ditutup 7.650 orang dan Bidikmisi 0. Rinciannya, ULM sebagai pilihan 1 sebanyak 6.449 orang dan ULM sebagai pilihan 2 sebanyak 1.201 orang," ucap Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Banjarmasin, Dr H Aminuddin Prahatama Putra, Rabu (20/2/2019).

Dari jumlah tersebut prodi manajemen Faklultas Ekonomi dan Bisnis ULM menjadi favorit dengan 1.074 orang yang mendaftar.

Terkait Bidikmisi yang masih nihil, Aminuddin mengatakan bagi pendaftar SNMPTN calon peserta Bidikmisi yang belum terverifikasi, setelah pendaftaran SNMPTN 2019 berakhir, LTMPT Pusat akan melakukan crosscheck data peserta SNMPTN dengan data Bidikmisi Belmawa, sehingga yang belum terverifikasi akan didaftarkan sebagai peserta Bidikmisi.

Baca: Dukungan ke Prabowo-Sandiaga Via WA, ASN Kemenag Diperiksa Bawaslu, Begini Alasannya

Baca: Usia 46 Tahun, PDAM Bandarmasih Dapat Ujian Luar Biasa. Wali Kota: Kedewasaan Jajaran PDAM Terlihat

Baca: Hanya Hitungan Detik, Tiba-tiba Terjadi Ledakan di Mal Taman Anggrek, Begini Pengakuan Karyawan

"Ya, artinya kalau kuota Bidikmisi belum terisi maksimal bisa saja pendaftar yang lulus di jalur SBMPTN juga mendapatkan Bidikmisi," bebernya.

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan. Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, bidikmisi berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

Ditambahkan Aminuddin, pendaftaran bidik misi dilakukan sekolah masing masing. karena mereka yang tahu tentang kondisi siswa. Sedangkan untuk penetapannya menjadi kewenangan LTMPT bersama Dirjen Pembelajaran dan Kemasiswaan dari aplikasi yang diisi calon pendaftar.

“Saya kira kemungkinan bukan pada kondisi masyarakat yang tidak mau memanfaatkan kesempatan tersebut, tetapi terkendala pada sistem yang belum terverikasi,“ ujarnya.

Mengenai SMNPTN untuk proses selanjutnya, penilaian akan dilakukan oleh tiap PTN setelah menerima rangking nasional pendaftar SNMPTN di tiap program studi. Sejumlah PTN menerapkan formulasi khusus sebagai pertimbangan diterimanya peserta SNMPTN. Tanpa kecuali di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Sebagai contoh di Universitas Airlangga, di universitas ini memakai acuan nilai ranking dari hasil PDSS yang dimiliki Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Dari nilai tersebut kemudian akan dimasukkan dalam formulasi yang dibuat oleh tiap PTN. Di Unair, formulasi dilihat juga dari indeks sekolah.

Dengan kedua formula itu, diketahui nilai rata-rata dan akan ketemu indeks sekolah. Setelah itu akan melihat indeks siswa. Yaitu berdasarkan rangking nasional hasil pendataan LTMPT dan di seleksi berdasarkan pilihan prodi yang sama.

Kemudian dari hasil perprodi akan disesuaikan lagi dengan nilai pendaftar di sekolahnya. Hanya mengambil ranking terbaik di tiap sekolah berdasarkan kuota indeks sekolah.

Pengumuman hasil seleksi SNMPTN 2019 sudah dijadwalkan akan diumumkan pada 23 Maret 2019.(kur/dwi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved