Berita Banjarmasin

SMKN 5 Banjarmasin Produksi Mesin Pengolah Sampah Plastik Kresek Menjadi BBM, Keren!

Sampah plastik menjadi masalah tersendiri yang perlu diperhatikan, terutama di Kota Banjarmasin. Hal ini disebabkan sampah plastik

SMKN 5 Banjarmasin Produksi Mesin Pengolah Sampah Plastik Kresek Menjadi BBM, Keren!
Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf
Guru SMKN 5 Banjarmasin, Abdul Wahab, ST dengan mesin pengolah sampah plastik kresek menjadi BBM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sampah plastik menjadi masalah tersendiri yang perlu diperhatikan, terutama di Kota Banjarmasin. Hal ini disebabkan sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

Sampah plastik juga tidak ramah lingkungan dan merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca jika penguraian sampah ini dilakukan dengan cara dibakar.

Karena itulah, Abdul Wahab, ST (30) Guru Praktek di Teknik Mesin SMKN 5 Banjarmasin, membuat mesin sederhana yang bisa mengubah sampah plastik kresek menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Premium, Solar, dan Minyak Tanah.

"Alasan utama yaitu meneruskan program Kota Banjarmasin mengurangi sampah plastik, dengan mengubah sampah plastik kresek menjadi hal bermanfaat," jelasnya kepada BPost pada Senin (18/2).

Jerih payahnya turut terbayarkan saat dia dan pihak sekolah diminta Wali Kota Banjarmasin untuk memproduksi alat tersebut sebanyak 52 unit, yang mana akan ditempatkan di 52 kelurahan se Kota Banjarmasin.

Baca: Jadwal & Live Streaming Persija vs Tira-Persikabo di Piala Indonesia 2018, Cek Link Jawapos TV

Baca: Hasil Liga Champions - Dengan 10 Pemain Man City Hajar Schalke 04, Raheem Sterling Jadi Pahlawan

Baca: Juventus Terancam Tersingkir di Liga Champions Usai Dikalahkan Atletico, Ronaldo dkk di Ujung Tanduk

Baca: Rekap Hasil Spain Masters 2019 - Lima Wakil Indonesi Melaju ke Babak II, Tontowi/Winny & Rinov/Pitha

Kesuksesan tersebut tidak datang dengan sendirinya. Kendala demi kendala pernah ia alami. Disamping kesibukannya mengajar sehari-hari, alat yang bekerja tak maksimal, keterbatasan alat dan tenaga bantu tak membuatnya patah semangat.

Perlahan namun pasti, kendala-kendala tersebut berhasil teratasi. Alat tersebut pun berhasil dibuat dalam waktu 15 hari usai mematangkan konsep yang telah dirancang selama 6 bulan.

Abdul Wahab tidak sendiri dalam membuat alat tersebut, ia dibantu dua siswa kelas 1 yang mana kemampuannya telah ia akui. Mereka pun membuat alat itu di bengkel mesin yang berada di bagian belakang SMKN 5 Banjarmasin dari jam 8 pagi hingga 5 sore setiap harinya.

Metode yang digunakan lulusan Teknik Mesin Uniska ini adalah penyulingan, yaitu mengambil zat pembakaran terhadap plastik hingga menjadi uap dan dicairkan melalui mesin penukar kalor atau disebut kondensor.

Abdul Wahab menuturkan bahwa sebanyak 10 kilogram plastik kresek apabila diproses melalui pembakaran sempurna idelanya dapat menghasilkan 6 liter solar, 1,5 liter minyak tanah dan 1 liter bensin.

"Syarat-syarat pembakaran sempurna yaitu jangan dilakukan di dalam ruangan, kreseknya harus bersih, dan suhunya jangan turun hingga 600 derajat," terangnya.

Proses pembakaran memakan waktu 4 jam 15 menit. Namun, tidak semua kriteria sampah plastik kresek dapat diproses alat tersebut. Kresek plastik makanan ringan yang mengandung aluminium menjadi pengecualian.

Hasilnya, BBM tersebut dapat digunakan di antaranya sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dan mesin air. Kekurangan dari BBM hasil alat tersebut adalah nilai oktannya yang masih di bawah premium.

Dia pun memiliki rencana ke depan untuk mengembangkan alat tersebut agar tidak hanya mampu memproses plastik kresek melainkan semua jenis plastik.

Abdul Wahab pun berharap dia dapat mengimplementasikan perkataan dari gurunya. "Kita orang kecil tidak bisa menjaga bumi sepenuhnya, tetapi menjaga bumi semampunya, yaitu dengan cara mengurangi plastik," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved