Berita HSS

Usul Kades Desa Terpencil Tiang Listrik dari Kayu Ulin Tak Bisa Dipenuhi, Ini Kata PLN Kandangan

Ada beberapa titik permukiman penduduk di desa-desa terpencil di Hulu Sungai Selatan, Kalsel belum tersentuh pelayanan listrik.

Usul Kades Desa Terpencil Tiang Listrik dari Kayu Ulin Tak Bisa Dipenuhi, Ini Kata PLN Kandangan
Humas PLN Kalselteng
Petugas mengangkat tiang untuk pemasangan jaringan listrik di Loksado Kandangan HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Manajer Unit Pelayanan Pelanggan PLN Kalselteng Induk Perwakilah Kandangan, M Iqbal Ridaldi, mengakui, ada beberapa titik permukiman penduduk di desa-desa terpencil di Hulu Sungai Selatan, Kalsel belum tersentuh pelayanan listrik.

Termasuk di  Dusun Mantaing dan Maabai, Desa Kamawakan, Kecamatan Loksado.

Iqbal juga mengatakan, ada beberapa usulan dari kecamatan melalui Musrenbang, namun sebagian belum bisa direalisasi karena pembangunan jaringan di desa terpencil dilakukan secara bertahap. Sebab, jelas dia  tak hanya HSS yang dilayani, tapi daerah-daerah se-Kalselteng.

Diakui Iqbal, selain terkendala masalah medan jalan yang cukup sulit dan jarak jauh  mengangkut peralatan saat pemasangan listrik, jumlah penduduk yang sedikit membuat dilematis.

Masalahnya, dari sisi biaya pun cukup besar, tak sebanding dengan jumlah penduduknya.  Mengenai usul warga menggunakan tiang listrik dari kayu ulin, Iqbal menjelaskan, hal tersebut tak boleh dilakukan karena tak sesuai standar PLN dan membahayakan.

Baca: Belum Tersentuh Listrik Warga Dua Dusun di Loksado Numpang Ngeces Hape di Warung Kamawakan

Baca: Komisi Fatwa MUI HST, Balangan : Perempuan Wajib Pakai Kerudung, Istri Wajid Izin Suami

Baca: Dinkes Tanbu Keroyok Berantas Biang DBD, Selama Januari Meningkat 60 Kasus

“Masalahnya tiang listrik itu harus memenuhi standar keamanan tak bisa sembarangan. Walaupun di daerah terpencil standar kualitasnya harus sama dengan standar diperkotaan,”jelasnya.

Untuk merealisasinya pun, jelas Iqbal ada prosedur yang harus dipenuhi, karena PLN sebagai perusahaan BUMN merupakan perusahaan milik negara. Konsekwensinya, tiap dana yang dikeluarkan pun ada prosedurnya.

“Yang jelas komitmen kita memang target semua desa terjangkau listrik. Aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui KAdes maupun camat, pastinya kita tampung, dan upayakan direalisasikan. Tapi tetap sesuai prosedur penggunaan uang negara,”katanya.

Sebelumnya, saat pertemuan dengan  Bupati HSS H Achmad Fikry, Rabu lalu  Iqbal melaporkan saat ini  proses pembangunan kelistrikan di HSS sedang dilaksanakan PLN UPP Kandangan.

Adapun desa yang dipasang jaringan listrik, Desa Haratai dan Lok Lahung. Ditargetkan, semester pertama di tahun 2019,  dua desa tersebut sudah dialiri listrik PLN.

“Untuk membawa tiang listrik ke dua desa itupun, kami seperti menembus awan,”ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved