Berita Banjarmasin

Mahasiswa STIEI Rayakan Chenese New Year di Kampus, Begini Keseruannya

Ada yang beda dengan kampusnya, setiap tahun STIE Indonesia Banjarmasin merayakan Chenese New Year, walau pun acara cukup sederhana.

Mahasiswa STIEI Rayakan Chenese New Year di Kampus, Begini Keseruannya
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Pembukaan acara Chenese New Year di aula STIE Indonesia Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada yang beda dengan kampusnya, setiap tahun STIE Indonesia Banjarmasin merayakan Chenese New Year, walau pun acara cukup sederhana.

Pembukaan tahun baru China dilaksanakan di aula kampus STIE Indonesia oleh Wakil Ketua I Tri Ramaraya Koroyse, MSi dan dihadiri Wakil Ketua II STIEI, Ketua BEM STIEI serta tamu undangan, Jumat (22/2/2019).

Penampilan budaya Cina baru seperti Barongsai, Wushu, dance dan hiburan menyanyi oleh Devi Yang baru digelar Jumat malamnya.

Ketua Panitia Pelaksana Chinese New Year STIE Indonesia, Chelsea Mei Pretty mengatakan acara ini merupakan kali kedua digelar.

"Kami merayakan tahun baru China intinya memperkenalkan berbagai kebudayaan kami di masyarakat, khususnya Banjarmasin," papar mahasiswi semester empat prodi Akuntasi STIEI ini.

Baca: Bea Cukai Kalbagsel Sosialisasikan Perjanjian Perdagangan Indonesia-Palestina

Baca: VIDEO - Sudah Dua Bulan Jalan Ambrol di Telagadaim Pelaihari Tak Kunjung Diperbaiki

Ditambahkankan, dengan adanya acara ini semakin mempererat rasa persaudaraan khususnya mahasiswa STIEI yang beraneka macam suku bangsa.

Wakil Ketua I STIE Indonesia, Tri Ramaraya K mengungkapkan salah satu keunikan ini multi etnik dab mencerminkan bhineka tungg Ika.

"Mahasiswanya berbagai suku bangsa dan agama. Kami menganggap keragaman ini tidaj menimbulkan perpecahan tapi menambah kerukunan diantara mahasiswa," ucapnya.

Ini terbukti, setiap event Chenese News Year selalu didukung mahasiwa lainnya. "Kedepannya acara ini akan digelar lebih meriah, dari pagi hingga malam hari," janjinya.

Terpisah, Chendro mahasiswa semester 8 STIEI mengaku sangat bagus acara ini.

"Sekarang perayaan imlek sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena ini budaya China bukan perayaan keagamaan," ucapnya.

Malah, lanjut dia, masyarakat yabg terlibat di kesenian Barongsia dan wushu tidak lagi suku China, malah banyak Urang Banjar. "Main wushu ada yang berjilbab dan ini menunjukkan budaya Cina sudah diterima masyarakat Indonesia," pungkasnya. (banjarmasin POST.CO.ID/ syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved