Berita Tabalong

Mobil Listrik Buatan Pemuda Indonesia Mampir di Kota Tanjung, Ternyata Segini Biaya Pembuatannya

Mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) bekerjasama dengan PLN melakukan uji coba mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa ITS.

Mobil Listrik Buatan Pemuda Indonesia Mampir di Kota Tanjung, Ternyata Segini Biaya Pembuatannya
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Mobil listrik buatan Mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) saat tiba di Kota Tanjung, Tabalong, Jumat (22/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) bekerjasama dengan PLN melakukan uji coba mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa ITS. Pembuatan mobil pada 2018 dengan melibatkan sekitar 30 mahasiswa dari berbagai jenjang.

Pembuatan mobil selama 7 bulan, spare part mobil 80 persen merupakan buatan mahasiswa sendiri.

Agus mukhlisin Ketua Tim PLN ITS EXplore Indonesia mengatakan mobil listrik ini diberi nama mobil Kasuari. Sesuai dengan nama burung kasuari yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Komponen penting mobil 80 persen merupakan buatan mahasiswa dan hal ini menjadi kebanggaan, sebelum mobil ini diproduksi secara masal perlu dilakukan uji coba dan dilakukan dengan menjelajah keliling Indonesia. Start perjalanan dimulai pada Nopember 2018 dimulai dari Surabaya menuju Jakarta.

Perjalanan dilanjutkan menjelajah Sumatra melewati Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Medan hingga Aceh. Pada 10 Februari tiba di Pontianak dan menuju Kabupaten Tabalong.

Baca: Sekolah di Kota Banjarmasin Rusak Parah, Kemenag Sangkal Menerima Proposal dari MIS Kampung Gadang

Baca: Pesan Spesial Annisa Pohan ke suaminya Agus Yudhoyono Terkait Istri SBY Ani Yudhoyono yang Sakit

Baca: Hasil Akhir Timnas U-22 Indonesia vs Kamboja, 2 Gol Wanewar Bawa ke Semifinal Piala AFF U-22 2018

Baca: LINK Kisi-kisi Soal USBN dan UNBK 2019 dari BSNP Bisa di Klik di Sini, 75 Persen Soal Dibikinan Guru

Di Tabalong diterima oleh ULP PLN Tanjung untuk pengisian daya. Mobil listrik ini memiliki daya 30 Kwh dan bisa untuk menempuh perjalanan 150 kilometer. "Jika medan cukup berat seperti seringbada tanjakan bisa perjalanan hingga 128 kilometer," ujarnya.

Kelebihan mobil listrikbadalah hemat data yaitu untuk 1 Kwh bisa untuk perjalanan 5 Kilometer. Untuk sistem pengisian daya mobil listrik sebenarnya bisa diiai dengan proses low charging melalui listrik rumahan namun memerlukan waktu cukup lama yaitu sekitar 30 jam.

Di PLN Tanjung pengisian daya menggunakan sistem Medium Charging yaitu selama 4 jam. Di luar negeri sendiri susah tersedia untuk fast charging dengan pengisian 30 menit.

Perjalanan mobil listrik akan dilanjutkan ke Balikpapan menuju Sulawesi dan mengeksplore ke Pare pare, Makassar dan Manado. Menuju Papua dan finish di Surabaya.

"Diperkirakan total perjalanan sejauh 16.000 kilometer, saat ini perjalanan darat sudah 6300 kilometer," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved