Berita Batola

Relawan Peduli Sampah Bercebur dan Bergelut Lumpur Memungut Sampah-sampah Plastik di Pulau Bakut

Ratusan anggota Direktorat Polairud Polda Kalsel mulai dari perwira hingga bintara, ngelurug ke kawasan Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala

Relawan Peduli Sampah Bercebur dan Bergelut Lumpur Memungut Sampah-sampah Plastik di Pulau Bakut
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (22/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Ratusan anggota Direktorat Polairud Polda Kalsel mulai dari perwira hingga bintara, ngelurug ke kawasan Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (21/2) pagi.

Kehadiran mereka ke kawasan tersebut untuk melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan tersebut, terutama di sungai dan sekeliling Pulau Bakut yang merupakan Taman Wisata Alam sekaligus kawasan konservasi.

Tak hanya anggota Polairud beserta ibu-ibu Bhayangkari, aksi bersih-bersih sampah ini melibatkan instansi dan komunitas terkait, seperti KSOP Banjarmasin, Bea Cukai, Basarnas, BKSDA Kalsel, mahasiswa pencinta alam, Sahabat Bekantan, masyarakat sekitar Pulau Bakut hingga komunitas pengemudi kelotok.

Diawali apel bersama di bawah Jembatan Barito, personel gabungan langsung memisahkan diri menjadi beberapa kelompok.

Baca: Penjelasan Plt Ketum PSSI Joko Driyono (Jokdri) Usai Diperiksa 22 Jam, Terkait Pengaturan Skor?

Baca: Pengakuan Pilu Luna Maya di Tengah Kabar Syahrini dan Reino Barack Menikah Hari Ini di Jepang

Baca: Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin

Baca: Kejelasan Hubungan Aaliyah Massaid dengan Putra Bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani

Baca: Jawaban Mengejutkan Adik Ahok Saat Disebut Tak Restui Pernikahan BTP dengan Puput Nastiti Devi

Menggunakan beberapa buah speedboat dan kelotok, mereka menyebar ke beberapa titik di Pulau Bakut.

Tak peduli harus bercebur dan bergelut dengan lumpur, tanpa kenal lelah mereka memunguti berbagai jenis sampah terutama sampah plastik yang berserakan di sekeliling Pulau Bakut.

Tak hanya sampah kecil, sampah berukuran besar pun mereka angkut.

Ada yang berupa kasur bahkan ada yang berupa sofa yang memang sengaja dibuang oleh oknum warga yang tak sadar lingkungan.

Khusus sampah-sampah plastik itu mereka masukkan ke dalam plastik besar untuk dikumpulkan.

Dalam aksi bersih-bersih ini sedikitnya petugas gabungan berhasil menggaruk sampah yang beratnya sekitar 1,5 ton.

Setelah selesai menggaruk 1,5 ton sampah plastik, mereka melanjutkan aksi penanaman pohon bakau dan rambai di kawasan Pulau Turiak.

Aksi bersih-bersih ini ditutup dengan ikrar bersama untuk perang terhadap sampah plastik di sungai dan pantai wilayah Kalimantan Selatan.

Sebagai apresiasi untuk peserta, Polairud menyediakan hadiah uang tunai buat kelompok yang memungut sampah paling banyak dan rela berkotor-kotor ria dalam memungut sampah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved