Berita HSU

Bocah di HSU Bikin Surat 'Cinta' Ingin Setop Sekolah, Tak Tega Sama Ibunya, Ini Kondisinya Saat Ini

Surat 'cinta' dari Siti Rahima siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hidayah Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)

Bocah di HSU Bikin Surat 'Cinta' Ingin Setop Sekolah, Tak Tega Sama Ibunya, Ini Kondisinya Saat Ini
Tim Emergency HSU untuk Banjarmasinpost.co.id
Lisna dan anaknya Siti Rahima di rumahnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Surat 'cinta' dari Siti Rahima siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hidayah Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) panggang sempat viral. Surat yang ditulis Siti untuk gurunya menceritakan bahwa dirinya berencana untuk berhenti bersekolah.

Dalam suratnya Siti merasa iba dengan ibunya yang susah payah dalam membiayai sekolahnya. Ibunya bekerja sendiri setelah sang ayah meninggal pada 2016 lalu. Ibunya sempat memperingatkan untuk tetap lanjut sekolah, namun Siti ingin mengurangi beban dari ibunya.

"Jika saya berhenti sekolah, bisa mengurangi beban ibu karena ibu juga harus membiayai adik saya," ujarnya dalam surat yang ditulis dalam bahasa banjar.

Siti Rahima tinggal bersama ibunya yaitu Lisna dan dua adik yang masih kecil di Desa Teluk Mesjid Kecamatan Danau Panggang.

Baca: BREAKING NEWS - Niat Belanja ke Pelaihari, Mahasiswi yang Lagi KKN Ini Tewas di Jalan

Baca: Begini Nasib Tiga Pemain yang Tak Diizinkan Klub Bela Timnas U-22 Indonesia, Egy Maulana Vikri?

Baca: Mulan Jameela Tampil Tak Biasa Jenguk Ahmad Dhani Bersama Tyarani dan Safeea, Dipeluk Emak Emak

Jarkani Kepala Desa Teluk Mesjid mengatakan dirinya langsung mendatangi rumah Siti setelah mengetahui adanya surat yang telah tersebar di media sosial.

Jarkani sudah membujuk agar Siti tetap melanjutkan sekolah. "Hari ini Siti sudah kembali masuk sekolah, dan kami mengharap agar tidak putus sekolah, orangtua dan Siti juga telah menyetujui," ungkapnya, Sabtu (23/02/2019).

Lisna ibu dari Siti saat ini bekerja sebagai penjahit yang masih mengambil upah dari penjahit lain. Jarkani mengatakan ayah Siti yaitu Rusli (alm) meninggal karena kecelakaan pada tahun 2016.

"Kami sudah daftar untuk penerima Rastra sedangkan PKH baru mendapatkan pada tahun 2019 karena perlu proses pemasukan penerima baru," ujarnya.

Keluarga Lisna awalnya memang tergolong mampu, almarhum Rusli merupakan pedagang yang sekaligus pengrajin alat tangkap ikan.

"Saat ini Siti sudah kembali bersekolah, setelah mendapat surat pihak sekolah dan aparat desa juga langsung mendatangi kerumahnya, Lisna sang ibu juga sejak awal tidak menyetujui dengan keinginan Siti untuk berhenti sekolah," ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan HSU Ir Rahmat mengatakan pihak Dinas Pendidikan sudah melakukan tindakan setelah mengetahui kabar tersebut, pihak dinas pendidikan langsung mendatangi rumah yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan aparat desa.

Dan hari ini sudah kembali masuk sekolah, dari pihak sekolah sudah menggratiskan SPP. Namun jika ingin bersekolah di sekolah negeri Dinas Pendidikan juga akan bersedia menerima.

"Jika kendalanya masalah jarak atau buku pelajaran Dinas Pendidikan juga akan membantu, yang penting tidak ada anak yang putus sekolah," ujarnya.

Dinas Pendidikan menjamin anak usia sekolah agar tidak putus sekolah, namun untuk kebutuhan sehari hari memang tidak bisa membantu. Dinas pendidikan juga berkoordinasi dengan dinas perlindungan anak untuk mendampingi anak. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved