Berita Banjarbaru

Perda KTR di Banjarbaru Masih Tahap Sosialisasi ke Masyarakat, Anggota Dewan Nilai Belum Maksimal

Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah disahkan sejak 15 November 2017 masih terus disosialisasikan di Banjarbaru.

Perda KTR di Banjarbaru Masih Tahap Sosialisasi ke Masyarakat, Anggota Dewan Nilai Belum Maksimal
kompas.com
ilustrasi bebas rokok

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah disahkan sejak 15 November 2017 masih terus disosialisasikan di wilayah kota Banjarbaru.

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok
atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau yang diberlakukan pada tujuh tatanan.

Mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Kadis Kesehatan Agus Widjaja mengatakan bahwa sosialisasi Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terus disosialisasikan.

"Masih terus disosialisasikan ke warga Banjarbaru terkait dengan kawasan tanpa rokok," katanya, kemarin.

Baca: Tiga Oknum Polisi Pesta Sabu Bersama Seorang Wanita di Kamar Hotel, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

Baca: 2 Anggota Ditlantas Polda Kaltim Dicopot Dijadikan Bintara Gara-gara Cari-cari Kesalah Sopir Truk

Baca: Bawaslu Putuskan Deklarasi Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Dukung Jokowi-Maruf Langgar Aturan

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mengatakan saat ini memang masih dalam tahapan sosialisasi untuk perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Kalau dari pantauan kami, memang sosialisasi terkait kawasan tanpa rokok ini di Banjarbaru masih belum maksimal," katanya.

Dia mencontoh belum maksimal itu karena masih minimnya beberapa plang himbauan larangan merokok dititik yang sudah ditentukan dalam perda KTR (kawasan tanpa rokok)

Ke depan pihaknya berharap Peraturan itu tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tulisan, namun juga dalam bentuk siaran berulang di kawasan-kawasan yang memungkinkan bisa diberlakukan.

"Karena bentuk pemahaman seperti ini cukup efektif. Para pengunjung diharapkan benar-benar menaati peraturan yang dibuat," ujar politisi dari PKS ini.

Meski ada saja pengunjung atau masyarakat yang nakal, namun secara keseluruhan sosialisasi kawasan tanpa rokok diharapkan bisa sampai kepada masyarakat pada umumnya.

Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menjelaskan bahwa Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih dalam tahap sosialisasi.

Baca: Kekhawatiran Indra Sjafri Jelang Timnas U-22 Indonesia vs Vietnam di Semifinal Piala AFF U-22 2019

Baca: Jelang Jadwal MotoGP Qatar 2019 Live di Trans 7, Valentino Rossi Disebut Tak Bisa Hidup Tanpa Ini

Baca: Ingin Tahu Talenta Anak? Orangtua Harus Mengamati dan Memberi Stimulus Beragam, Lalu Lakukan Ini

"Jadi kita masih belum melakukan tindakan atau sanksi bagi yang melanggar Perda itu. Tahapan sosialisasi berlangsung selama dua tahun," jelasnya.

Setelah itu, maka sanksi tegas terhadap yang melanggar Perda KTR akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tindakan tegas atau sanksi terhadap larangan itu akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini atau awal 2020," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/ryn)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved