Berita Banjarmasin

Taman Budaya Kalsel Gelar Workshop Kesenian Banjar yang Hampir Punah ini

Salah satu kesenian khas Banjar yang bisa dikatakan hampir punah, adalah seni Bapandung yang termasuk dalam kategori teater tradisional.

Taman Budaya Kalsel Gelar Workshop Kesenian Banjar yang Hampir Punah ini
istimewa
Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu kesenian khas Banjar yang bisa dikatakan hampir punah, adalah seni Bapandung yang termasuk dalam kategori teater tradisional.

Upaya untuk menjaga kelestarian seni Bapandung ini pun dilakukan oleh Taman Budaya Kalsel, dengan cara menggelar workshop.

Workshop tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari yakni dari 26 hingga 28 Februari 2019 di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel.

Adapun sasaran pada workshop Bapandung ini, adalah guru-guru khususnya tingkat TK dan juga SD se Kalsel dan gratis.

"Target kami pesertanya 100, dan yang diprioritaskan guru-guru TK dan SD," ujar Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti.

Baca: Raffi Ahmad & Irwansyah Pernah Berebut Cinta Laudya Cynthia Bella, Raffi: Bella Jaman Dulu Playgirl!

Baca: Trending Twitter, Puisi Munajat 212 Wakil BPN Prabowo Neno Warisman Bikin Heboh, Begini Bunyinya

Baca: Luna Maya Hanya Senyum, 18 Keluarga Syahrini ke Jepang Jelang Kabar Pernikahan dengan Reino Barack

Baca: Eks Istri Anang, Krisdayanti Dapat Undangan Pernikahan Syahrini dari Mantan Luna Maya, Reino Barack

Suharyanti pun membeberkan alasan guru-guru TK dan SD yang dibidik untuk mengikuti workshop tersebut.

"Biasanya usia anak-anak suka mendengarkan cerita seperti dongeng, jadi lebih pas kalau guru-guru TK dan SD. Dan juga guru-guru bisa berakting, karena Bapandung ini selain bercerita juga akan memeragakan karakter tokoh yang akan dibawakan," katanya.

Perempuan berjilbab ini juga menerangkan alasan workshop dilakukan pada seni Bapadung tersebut.

"Kami perhatikan yang bisa memainkan seni Bapandung ini tinggal satu orang saja yaitu Abdusukur MH yang akan menjadi pemateri workshop nanti. Artinya sudah cukup langka, dan bahkan kurang dikenal di dunia pendidikan. Makanya kami adakan workshop ini untuk mengenalkan sekaligus menjaga kelestariannya," katanya.

Suharyanti pun berharap hasil workshop ini ditindaklanjuti oleh peserta, untuk lebih diperkenalkan kepada masing-masing anak didiknya.

"Kami berharap diaplikasikan oleh guru yang menjadi peserta dalam workshop ini, kepada murid-muridnya. Atau setidaknya minimal gurunya pun jadi lebih tahu dengan kesenian Banjar yang satu ini," katanya.

Disinggung mengenai antusias peserta untuk mengikuti workshop tersebut, Suharyanti menerangkan cukup tinggi.

"Sejak beberapa hari yang lalu kami umumkan pendaftaran dibuka, peserta yang mendaftarkan sudah lumayan dan bahkan ada yang berasal dari luar Banjarmasin," katanya.

Tak kalah penting lanjut Suharyanti, hasil dari workshop ini sendiri nantinya akan dilombakan.

"Hasil workshop ini nantinya akan dilombakan. Jadi peserta workshop inilah yang akan menjadi pesertanya," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans)

Penulis: Frans
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved