Bumi Selidah

875 Guru PAUD Ikuti Workshop Bedah Kurikulum 2013

Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti Workshop Bedah Kurikulum 2013 PAUD, Senin (11/02)

875 Guru PAUD Ikuti Workshop Bedah Kurikulum 2013
FOTO HUMAS BATOLA UNTUK BPOSTGROUP
Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti Workshop Bedah Kurikulum 2013 PAUD, Senin (11/02). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti Workshop Bedah Kurikulum 2013 PAUD, Senin (11/02).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Komplek Perkantoran Jalan Jenderal Sudirman Marabahan ini sedikitnya diikuti 875 guru yang berasal dari 411 lembaga PAUD se-Batola.

Hebatnya, workshop yang bertemakan “Bengkel Belajar Bersama Penyusunan Perangkat Pembelajaran dengan Mengangkat Kearifan Budaya Lokal” ini melibatkan Tim Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Sisilia Maryati.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) H Sumarji mengutarakan, di Kalimantan Selatan (Kalsel) pendidikan salah satu prioritas yang harus diutamakan untuk membentuk karakter generasi bangsa termasuk di Kabupaten Batola yang tergambar dengan diselenggarakannya Workshop Bedah Kurikulum PAUD 2013 ini.

Dikatakan, globalisasi yang terjadi telah menembus batas ruang dan waktu.

Dinamika demikian cepat pada bidang teknologi dan informasi menuntut tindakan antisipasi dan adaptasi yang tepat.

Demikian pula perkembangan sosial budaya teknologi telah membawa kehidupan siswa dalam tahapan yang lebih cepat dari usia yang sesungguhnya.

Substansi suatu kurikulum, menurut bupati, merupakan program pendidikan yang bertujuan membentuk siswa berkarakter, bertanggungjawab, pantang menyerah, dan tertanam jiwa nasionalisme sehingga suka atau tidak Kurikulum 2013 menjadi pedoman pendidikan di tanah air dan penerapannya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru yang mewujudkan cita-cita pendidikan.

“Anak-anak zaman sekarang sangat cepat memahami gadget yang bisa mempengaruhi karakter mereka. Maka dari itu para orangtua harus mengawasi agar tidak merubah karakter anak akibat pengaruh konten-konten negatif yang mereka lihat,” katanya.

Sebelumnya, Bunda PAUD Kabupaten Batola, Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor mengatakan, pendidikan di Indonesia masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Maka dari itu pembangunan pendidikan masih menjadi prioritas termasuk di Batola sesuai salah satu misi Batola 2007-2022 yang menetapkan pendidikan sebagai salah satu prioritas dengan tujuan meningkatkan kualitas ketaqwaan, kesehatan, dan sumber daya manusia yang profesional. (*/aol)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved