Ekonomi dan Bisnis

Berbekal Resep Warisan Keluarga, Nurachmi Pasarkan Produk Kue Jadul

Sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banjarbaru, Nurachmi Deasy Iriani menjual produk-produk kue daerah khas Banjarmasin.

Berbekal Resep Warisan Keluarga, Nurachmi Pasarkan Produk Kue Jadul
istimewa
Nurachmi Deasy Iriani

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banjarbaru, Nurachmi Deasy Iriani menjual produk-produk kue daerah khas Banjarmasin.

Memilih produk tersebut Nurachmi mengaku tetap ingin mengambangkan kue-kue khas daerah seperti roti manis, roti pisang, kue apam, dan wadai ipau.

Di bawah bendera Kedai Unyui ia memiliki jargon jadul rasa unggul.

"Saya berbekal resep warisan keluarga yang sayang rasanya kalau tidak dikembangkan, makanya memilih usaha ini," ujar Nurachmi.

Baca: Catat! Besok, Tiket Kereta untuk Mudik Lebaran 2019 Sudah Dijual, Ayo Jangan Sampai Kehabisan!

Baca: Pemeran Dilan 1991 Bareng Kang Emil Resmikan Groundbreaking Dilan Corner, Disini Tempatnya

Baca: Irish Bella Kegirangan Saat Ammar Zoni Pegang Buku, Mantan Ranty Maria ini Terlihat Serius

Baca: Desainer ini Bawa Kemewahan ke Panggung Oscar 2019 dengan Untaian 41.000 Kristal Swarovski

Memulai usaha sejak 2019, ia terinspirasi dari orangtua yang dulu juga pernah mempunyai usaha serupa.

Meski miliki produk kue-kue jadul khas Kalimantan Selatan, ia mengaku hanya memasarkan secara daring atau online, serta membuka lapak pada acara Car Free Day.

"Untuk jumlah produksi tidak pasti, karena penjualan hanya berdasarkan pesanan melalui online," ucapnya.

Soal harga ia menjual Rp 2 ribu per pcs untuk kue berukuran kecil seperti roti pisang dan apam, sedangkan kue ipau ia banderol Rp 100 ribu.

"Pemasaran saya saat ini hanya wilayah Banjarmasin, Banjabaru, dan Martapura," tuturnya.

Miliki pekembangan usaha cukup fluktuatif, ia mengaku miliki omzet Rp 1 juta hingga Rp 2 juta perbulan.

"Penjualan saya ramai pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan penjualan, sedangkan pada saat musim lainnya cenderung menurun," imbuhnya.

Soal strategi bersaing ia menyebutkan menetapkan segmentasi pasar.

"Saya percaya setiap produk pasti punya pasarnya masing-masing, tinggal berusaha mencari di mana pasar itu. Untuk produk saya menyasar kalangan ekonomi menengah, karena memang bukan produk premium," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved