Berita HSS

Longsor di Loksado Hingga Rawan Karhutla, Pemkab HSS Berharap Pemprov Kalsel Mengatasinya

Longsor di Loksado Hingga Rawan Karhutla, Pemkab HSS Berharap Pemprov Kalsel Mengatasinya

Longsor di Loksado  Hingga Rawan Karhutla, Pemkab HSS Berharap Pemprov Kalsel Mengatasinya
Banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Bencana tanah longsor terjadi di Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (26/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesatuan Bangsa dan Politik (BPB-Kesbangpol) Hulu Sungai Selatan menyebutkan, ada lima jenis potensi bencana wilayah HSS. Bencana tersebut, banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, tanah longsor dan kekeringan. 

Untuk bencana banjir, relatif telah berkurang dan terkendali, dengan adanya bendungan Amandit.  Sedangkan potensi tanah longsor, ada beberapa titik di wilayah pegunungan, seperti Kecamatan Loksado.

“Namun, kendalanya status jalan di Loksado adalah jalan provinsi, yang kewajiban menanganginya adalah kewenangan Pemprov Kalsel,” kata Kepala BPBD Efran, saat dialog dengan anggota DPRD Kalsel dari Komisi I beberapa waktu lalu.

Terhadap kendala tersebut Efran berharap, agar Komisi I membantu HSS mengatasi masalah tersebut dengan mempercepat koordinasi dengan Pemprov.

Baca: Komentar Menohok Nikita Mirzani dan Inul Daratista Soal Puisi Neno Warisman di Munajat 212

Baca: Kerelaan Veronica Tan Saat Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Dikabarkan Nikah, Nonton Film Anak Hoki

Baca: Jadwal Final Piala AFF U-22 2019 Live RCTI, Timnas U-22 Indonesia Lawan Pemenang Kamboja vs Thailand

Baca: Link Live Streaming Timnas Kamboja vs Thailand di Piala AFF U-22 2019, Live Blog Fox Sports Asia

Masalahnya, jika lambat diatasi, mengganggu pelayanan terhadap wisatawan yang hendak berkunjung ke Loksado, selain membahayakan pengguna jalan pada umumnya.

“Masalahnya, ada beberapa kali bus pariwisata tak berani melewati jalan longsor, dan terpaksa balik,”kata Efran. Disebutkan, sampai sekarang ada tiga titik longsor jalan menuju objek wisata andalan Kalsel tersebut.

 Pihaknya berharap, BPBD Kalsel membantu mengusulkan anggaran untuk perbaikan tersebut, termasuk anggaran untuk menambah alat deteksi banjir untuk dipasang di beberapa titik.

Dijelaskan, untuk potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di daerah lahan rawa atau lahan gambut, saat musim kemarau panjang sangat rawan. Luasnya lahan gambut di wilayah Hulu Sungai Selatan menjadi kendala bagi HSS.

Apalagi, titik-titik api ditemukan sering di lokasi yang tak ada akses jalan darat maupun transportasi air, sehingga untuk mengatasinya perlu koordinasi dengan BPBD Kalsel.  

“HSS sendiri saat ini masih dalam status darurat bencana banjir, puting beliung, dan longsor yang ditetapkan sampai 31 Maret 2019,”kata Efran. Adapun titik rawan banjir, disebutkan di Kecamatan Kandangan, Angkinang, Daha Utara, Daha Selatan, Daha Barat dan Kalumpang.

Baca: Kemarahan Caca Tengker Saat Liburan Bareng Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina di Singapura

Baca: Postingan Rossa Dikomentari Maia Estianty dan Tasya Kamila, Soal Kedekatan dengan Afgan Syahreza?

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved