Berita Banjarmasin

Puluhan LSM di Kalsel Protes dan Pertanyakan Deklarasi Geopark Meratus, Ini Bunyi Pernyataannya

Geopark Meratus yang ada ini belum bisa menjawab kebutuhan dan perjuangan Gerakan #SaveMeratus dan khususnya kebutuhan Masyarakat Adat Dayak Meratus.

Puluhan LSM di Kalsel Protes dan Pertanyakan Deklarasi Geopark Meratus, Ini Bunyi Pernyataannya
BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan
Walhi Kalsel dan sejumlah LSM di Kalsel mempertanyakan Deklarasi Geopark Meratus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Puluhan LSM di Kalsel mengeluarkan pernyataan mempertanyakan sekaligus protes menyikapi Deklarasi Geopark Maratus yang dilakukan oleh Gubernur Kalsel, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/2/2019).

Setelah diadakannya seremonial Deklarasi Geopark Nasional Pegunungan Meratus yang di selenggarakan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Forum Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat Pertambangan Kalimantan Selatan, pada hari Minggu 24 Februari 2019 bertempat di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

"Dari spot yang akan dijadikan Geopark Meratus dan apa itu Geopark Meratus, masih jadi tanda tanya besar apalagi ada keterlibatan Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pertambangan Kalimantan Selatan,"ucap Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, Senin (25/2/2019).

Baca: Gubernur Kalsel H Sahbirin : Deklarasi Geopark Meratus Kalsel Untuk Jaga Kelestarian Meratus

Baca: Dayak Balian Tolak Geopark Meratus, Hari Ini Dideklarasikan Gubernur Kalsel di Kiram Park

Dikatakannya menilai bahwa Geopark Meratus yang ada ini belum bisa menjawab kebutuhan dan perjuangan Gerakan #SaveMeratus dan khususnya kebutuhan Masyarakat Adat Dayak Meratus terutama untuk membendung ancaman Pegunungan Meratus dari industri Tambang, Perkebunan Sawit, dan monokultur sekala besar lainnya.

Maka dalam kesempatan Gerakan #SaveMeratus, menyatakan ;

1. Mempertanyakan langkah Pemprop Kalimantan Selatan, dalam penentuan dan penetapan Geopark Meratus, karena dari awal perencanaan dan penetapannya tidak melibatkan masyarakat sipil dan masyarakat sekitar lokasi Geopark Meratus, terkhusus masyarakat adat Dayak Meratus.

2. Mempertanyakan keterlibatan Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pertambangan Kalimantan Selatan dalam Geopark Meratus.

3. Mendesak Pemprop Kalimantan Selatan dan Pemerintah Pusat untuk segera mencabut ijin-ijin Tambang, ijin perkebunan sawit dan industri monokultur sekala besar di pegunungan Meratus. Pemerintah harus lebih mengutamakan kebijakan yang lebih ramah lingkungan, berdasarkan potensi lokal, kearifan lokal dan mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat adat Dayak Meratus.

4. Mendesak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk segera mengakui hak-hak Masyarakat Hukum Adat Dayak Meratus dan wilayah adatnya, karena dari dahulu sebelum Negara Merdeka sampai sekarang masyarakat adat Dayak Meratus sudah terbukti mampu mengelola wilayahnya, hidup dan berkehidupan, tapi sampai sekarang belum diakui oleh Pemerintah.

Baca: Kalselpedia : Puncak Meranti, Wisata Hutan Meranti Kotabaru, Banyak Spot Selfi

Baca: Aktor ini Benci Karakter yang Diperankan di Film Dilan 1991, Begini Cerita Dilan Versi Film & Novel

5. Mendesak agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, dalam setiap menentukan Kawasan di pegunungan Meratus melibatkan Masyarakat Sipil dan Masyarakat Adat Dayak Meratus.

"Demikian Pernyataan Bersama ini kami sampaikan, agar diperhatikan dan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan para pihak dalam bekerja di Kawasan Pegunungan Meratus," katanya.

*Gerakan #SaveMeratus* ;
#SAVEMERATUS
“MENYELAMATKAN MERATUS, MENYELAMATKAN KEHIDUPAN”

1. Walhi Kalimantan Selatan
2. GEMBUK (Gerakan Penyelamat Bumi Murakata) HST
3. AMAN Kalimantan Selatan
4. YCHI (Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia)
5. LK3 (Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan) Banjarmasin
6. Mapala Apache STIMIK Banjarbaru
7. Yayasan SUMPIT
8. Mapala Graminea Fakultas Pertanian UNLAM Banjarbaru
9. Mapala KOMPAS BORNEO UNLAM
10. KM2HST (Kerukunan Mahasiswa HST) Banjarmasin
11. LSISK (Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan)
12. RLH (Relawan Lindungi Hutan) Banjarmasin
13. Seknas JIMKA (Jaringan Intelektual Muda Kalimantan)
14. DKB (Dayak Kalimantan Bersatu)
15. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Kalsel
16. KUMDATUS (Perkumpulan Dayak Meratus) Kalsel
17. PKC PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kalsel
18. Komunitas SIAGA Kalsel
19. Sanggar Tari Batung Mira Putut Warukin-Tabalong
20. Mapala Meratus UIN Antasari
21. PD AMAN HST
22. ORPALA Tupan Meratus Tanah Laut
23. Bilik Bersenyawa (Media Kreatif Banjarmasin)
24. DEMA FEBI UIN Antasari
25. Dpd IMM Kalimantan Selatan
26. BEM Universitas Lambung Mangkurat
27. Lembaga Advokasi dan Aksi Mahasiswa (LA2M) Universitas Lambung Mangkurath
28. Forum Komunitas Hijau Go Green Bastari Tapin
29. Sekwil JIMKA (Jaringan Intelektual Muda Kalimantan) Kalsel
30. PPMAN (Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara) Kalsel
31. ORPALA GARIMBAS
32.Mapala Sylva Unlam

(Banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved