B Focus Urban Life

Sosialisasi Terkait Kawasan Tanpa Rokok di Banjarbaru Belum Maksimal, ini Contohnya

Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah disahkan sejak 15 November 2017 masih terus disosialisasikan di wilayah kota

Sosialisasi Terkait Kawasan Tanpa Rokok di Banjarbaru Belum Maksimal, ini Contohnya
BPost Cetak
BFocus edisi cetak Senin (25/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah disahkan sejak 15 November 2017 masih terus disosialisasikan di wilayah kota Banjarbaru.

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau yang diberlakukan pada tujuh tatanan.

Mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Baca: Foto Kondisi Terkini Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Melawan Kanker Darah Dibagikan AHY

Baca: Beda Alasan Shinta Bachir, Nikita Mirzani dan Salmafina Sunan Putuskan Melepas Hijab

Baca: Penampakan Prilly Latuconsina Berhijab, Didandani Zaskia dan Shireen Sungkar seperti Istri Baim Wong

Baca: Penerapan Perda KTR Mulai Diintensifkan, Ruang Khusus Merokok Hanya Ada di Kawasan Tertentu

Baca: Pendaftaran SBMPTN 2019 Dimulai 10-24 Juni, Begini Sistem Seleksi Tahun ini

Kadis Kesehatan Banjarbaru, Agus Widjaja mengatakan bahwa sosialisasi Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terus disosialisasikan.

"Masih terus disosialisasikan ke warga Banjarbaru terkait dengan kawasan tanpa rokok," katanya, kemarin.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari mengatakan saat ini memang masih dalam tahapan sosialisasi untuk Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Kalau dari pantauan kami, memang sosialisasi terkait kawasan tanpa rokok ini di Banjarbaru masih belum maksimal," katanya.

Dia mencontohkan belum maksimal itu karena masih minimnya beberapa plang imbauan larangan merokok di titik yang sudah ditentukan dalam perda KTR.

Ke depan pihaknya berharap peraturan itu tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tulisan, namun juga dalam bentuk siaran berulang di kawasan-kawasan yang memungkinkan bisa diberlakukan.

"Karena bentuk pemahaman seperti ini cukup efektif. Para pengunjung diharapkan benar-benar menaati peraturan yang dibuat," ujar politisi dari PKS ini.

Meski ada saja pengunjung atau masyarakat yang nakal, namun secara keseluruhan sosialisasi kawasan tanpa rokok diharapkan bisa sampai kepada masyarakat pada umumnya.

Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menjelaskan bahwa Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih dalam tahap sosialisasi.

"Jadi kita masih belum melakukan tindakan atau sanksi bagi yang melanggar perda itu. Tahapan sosialisasi berlangsung selama dua tahun," jelasnya.

Setelah itu, maka sanksi tegas terhadap yang melanggar Perda KTR akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tindakan tegas atau sanksi terhadap larangan itu akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini atau awal 2020," tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved