Berita Banjarbaru

Dinas Perhubungan Tetap Berikan Larangan Truk Besar Lintasi Jalur Haul Guru Sekumpul Selama 2 Hari

Dinas Perhubungan Tetap Berikan Larangan Truk Besar Lintasi Jalur Haul Guru Sekumpul Selama 2 Hari

Dinas Perhubungan Tetap Berikan Larangan Truk Besar Lintasi Jalur Haul Guru Sekumpul Selama 2 Hari
ibrahim ashabirin
Jalan Nasional A Yani macet, Senin (26/3/2018) karena jemaah haul Guru Sekumpul, banyak yang baru pulang pada Senin (26/3/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pihak panitia haul Sekumpul meminta dinas Perhubungan untuk memperpanjang larangan truk besar roda enam melintas di jalur Martapura pada saat gelaran haul dilaksanakan.

"Ya kami ingin ya empat hari. Alasanya alasannya, seperti pengalaman tahun-tahun yang lalu. Rata-rata arus balik jamaah ke arah hulu sungai , kaltim, kaltara, senin sore pukul 15.00 Wita bus pulau indah yang banyak, jadi ini seperti tahun-tahun Sebelumnya. Relawan dan kakawanan petugas dari mataraman sepanjang jalur hulu sungai sampai dengan tanjung ekstra keras mengatur lancarnya arus lalin, " kata salah satu Panitia Haul, H Abdel, Selasa (26/2/2019).

Dirinya sama sekali tidak ada niatan untuk mematikan perekonomian angkutan dan barang karena dengan itu buruh tidak bekerja."Bukan itu, kami justru kasihan sebab toh jika masuk kendaraan besar tersebut di tiga hari itu akan macet dan tidak bisa lewat juga. Jadi makin sulit kendaraan roda enam tersebut untuk melintas," kata H Abdel.

Tapi, dirinya tidak menghalangi jika mana itu sudah keputusan bulat dari Dinas Perhubungan yang mempunyai kewenangan mengatur."Ini murni demi kenyamanan bersama, jemaah nyaman, angkutan pun juga tak terjebak macet," tandasnya.

Baca: Hasil Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF U-22 2019, Skor 0-0 Untuk Sementara

Sementara itu, dihubungi terpisah Kadishub Kalsel, Rusdiansyah menjelaskan bahwa pldiputuskan edaran dua kali 24 jam tersebut atas pertimbangan stabilitas perekonomian.

" Selain edaran sudah disebar, juga yang menjadi landasan kami, latlrangan itu diberlakukan dua hari untuk menyeimbang ekonomi masyarakat dan pembangunan. Sebab akan protes nantinya angkutan barang dan huruh jika ini dilarang sampai tiga hingga empat hari," tandas Rusdiansyah.

Menurut dia, seperti tahun yang sudah sudah, dua hari adalah waktu toleransi yang aman untuk larangan tersebut." Kalau dilarang terlalu lama, buruh juga akan ribut. Karena mereka juga makan dari buruh harian angkutan itu. Itulah mengapa rasionalisasi diberlakukan dua hari," tandas Rusdiansyah.

Dirinya menekankan bahwa untuk menghindari macet, Petugas lapangan diperbanyak untuk pengaturan."Kami paham bahwa jemaah makin tahun makin meningkat. Namun diatur dua hari itu untuk larangan sudah ideal, menjaga keseimbangan pembangunan dan perekonomian yang berlangsung di Kalsel," tandasnya.

Diketahui Dishub Kalsel mengeluarkan edaran kepada perusahaan angkutan barang di Kalsel termasuk ke Organda untuk tidak mengoperasikan armada angkutannya, baik ke Hulu Sungai maupun ke Banjarmasin atau sebaliknya, selama dua hari.

Mulai tanggal 9 hingga 10 Maret mendatang.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved