Berita Batola

Kena Proyek Jembatan Alalak, Tugu Selamat Datang Masuk Kabupaten Batola Mulai Dihancur

Saat ini salah satu sisi tugu tugu selamat datang Kabupaten Batola itu mulai dihancur untuk Ini seiring dengan pembangunan Jembatan Sungai Alalak.

Kena Proyek Jembatan Alalak, Tugu Selamat Datang Masuk Kabupaten Batola Mulai Dihancur
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Tugu Selamat datang Batola dihancur karena terkena proyek Jembatan Alalak atau Kayutangi Ujung, Selasa (26/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Bila memasuki wilayah Kabupaten Batola di Kayu Tangi Ujung Banjarmasin, biasanya para pengendara akan melihat dua tugu selamat datang di sisi kanan dan kiri jalan.

Nah, saat ini salah satu sisi tugu tugu selamat datang Kabupaten Batola itu mulai dihancur untuk Ini seiring dengan pembangunan Jembatan Sungai Alalak atau Kayuttangi Ujung, yakni jembatan penghubung Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Batola.

Pantuan Banjamasinpost.co.id, Selasa (26//2/19), tugu tugu selamat datang Kabupaten Batola itu sisi kiri arah masuk Kabupaten Batola sudah dihancur dan tugu selamat datang di sebelah kanan belum dihancur oleh Nasional Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah, menjelaskan penutupan total Jembatan Sungai Alalak atau Kayu Tangi Ujung yang semula dijadwalkan tanggal 25 Febaruari dipastikan diundur.

“Perubahan jadwal penutupan ini dikarenakan ada kendala teknis,” kata Syahriliansyah.

Baca: Link Live Streaming RCTI! Jadwal Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF U-22 2019

Baca: Link Live Streaming MNC TV! Jadwal Persija vs Becamex di Piala AFC 2019 (AFC Cup 2019) Hari Ini

Menurut Syahriliansyah, penundaan tersebut dikarenakan di lokasi pembangunan jembatan model cable stayed masih ada tiang jaringan listrik milik PLN dan tiang Telkom Sudah ada kesepakatan sejak awal dengan pihak telkom dan PLN untuk memindahkan tiang tersebut.

Syahrilianya juga menyatkaan pekerjaan proyek Jembatan Sungai Alalak, Jembatan Sungai Alalak, Kayu Tangi Ujung penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Batola masih dalam proses mengurus izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Lalulintas (Amdal Lalin) dari Kementrian Perhubungan (Kemehub).

“Iya untuk Amdal Lalin, kita simultan saja sambil menunggu rekomendasi teknis (rekontek) dari Menteri Perhubungan. Untuk dampak kemacetan dari pembangunan jembatan dan jalan sudah menjadi resiko, termasuk Jembatan Sungai Alalak,” kata Sahrilliansyah.

Baca: Buah Tumpang Susu Paling Lezat di Dunia, Bentuknya Pun Unik Dari Pedalaman Halong Balangan

Baca: Geopark Meratus Masih Jadi Tanda Tanya, Walhi Sebut Keterlibatan Masyarakat Pertambangan

Dijelaskan Sahrilliansyah, untuk manajemen rekayasa lalin, Balai Jalan Nasionak membuat tim untuk mengawal proses di lapangan dalam hal evaluasinya. Pihaknya menggelar rapat survai bersama tentang konsep Amdal Lalin, sehingga tidak meraba-raba.

“Terkait dengan dermaga penyeberangan itu kemaren itu masukan dari pihak kecamatan Alalak ke Dishub Batola. Mudah mudahnan saat penutupan Jembatan Sungai Alalak, Amdal Lalinya sudah keluar,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved