Tajuk

Apa Kabar Terminal Pal 17?

PA kabar Terminal Pal 17, Gambut, Kabupaten Banjar? Dengan perasaan malu kita menjawab, “Ya masih seperti dulu, belum beroperasi.”

Apa Kabar Terminal Pal 17?
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Terminal Tipe A Gambut Barakat, Jalan A Yani Km 16, Gambut Kabupaten Banjar, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - APA kabar Terminal Pal 17, Gambut, Kabupaten Banjar? Dengan perasaan malu kita menjawab, “Ya masih seperti dulu, belum beroperasi.”

Sejatinya Terminal Gambut Barakat ini dioperasikan pada 2017 lalu. Namun hingga kini Terminal Gambut Barakat belum memperlihatkan fungsinya secara utuh. Kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah masih nol besar. Padahal untuk membangun terminal Tipe A tersebut pemerintah sudah menggelontorkan uang negara senilai Rp 88 miliar lebih.

Yang terjadi sekarang adalah tarik menarik ‘kepentingan’ antara pemerintah dengan para sopir atau pengemudi angkutan kota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang selama ini beraktivitas di Terminal Pal 6 Kota Banjarmasin.

Sekarang ini kondisi tarik menarik sudah ke arah positif. Kalangan sopir atau pengemudi AKAP dan AKDP sudah memberikan lampu kuning. Mereka mendukung pengoperasionalan Terminal Tipe A Gambut Barakat.

Dukungan itu disampaikan dua orang pengemudi AKAP kepada di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengemudi AKAP dan AKDP di lantai dua gedung TGB, Senin (25/2).

Sayangnya dukungan itu masih bersyarat. Para sopir atau pengemudi AKAP dan AKDP minta sebelum mereka pindah ke Terminal Gambut Barakat, pemerintah dan aparat menertibkan dulu taksi pelat hitam yang masih beroperasi.

Keberadaan taksi hitam tersebut dinilai sangat merugikan sopir taksi kuning (resmi). Nah supaya tarik ulur di terminal 17 ini jangan berlarut-larut lagi dan pemerintah sebagai ‘pemenangnya’, maka pemerintah harus tegas dan berani menertibkan pelat hitam. Ini bukan semata-semata memenuhi syarat dari para sopir AKAP dan AKDP, tapi juga menegakan hukum. Keberadaan taksi berpelat hitam sudah melanggar pasal 287 ayat 1,308 huruf a jo pasal 173 ayat 1 huruf a UU No 12 Tahun 2009 tentang Lalu LIntas dan Angkutan Jalan Raya.

Sangat tidak bijak kalau pemerintah kurang merespons permintaan para sopir AKAP dan AKDP ini. Apalagi menganggap masalah taksi pelat hitam ini hal yang berbeda dengan pengoperasionalan Terminal Gambut Barakat.
Kalau dibiarkan, taksi pelat hitam ini akan menjadi duri dalam daging terhadap pengoperasionalan Terminal Gambut Barat, bagi para sopir resmi dan menghambat rencana Program Banjabakula (Banjarmasin, Banjar, Banjarbaru, Baritokuala, dan Tanahlaut) dalam bidang tranportasi.

Impiannya, Terminal Gambut Barakat ini mendukung secara penuh pengelolaan berbagai sektor layanan secara bersama-sama mulai dari terminal terintegrasi di Banjarbakula, tempat pembuangan akhir sampah di wilayah Banjarbaru, hingga proyek lalu lintas dan kereta api yang terintegarasi di lima wilayah kabupaten kota tersebut.

Sebagai orang banua, kita harapan Terminal Gambut Barakat bisa dipergunakan di tahun 2019 ini. Kita tidak mengharapkan Terminal Gambut Barakat menjadi proyek yang hanya buang-buang uang negara. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved