KalselPedia

KalselPedia: Lapangan Murjani, Ruang Publik Masyarakat Banjarbaru

Berukuran luas sekitar 2 hektare, lapangan Murjani sejak dulu menjadi ruang publik masyarakat Banjarbaru.

KalselPedia: Lapangan Murjani, Ruang Publik Masyarakat Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/aye
Pengunjung berkeliling menggunakan mobil hias di Lapangan Murjani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Berukuran luas sekitar 2 hektare, lapangan Murjani sejak dulu menjadi ruang publik masyarakat Banjarbaru.

Sebagai alun-alunnya kota Idaman, lokasinya memang pas dan tepat berseberangan dengan Balaikota.

Bahkan banyak pula masyarakat luar yang mampir menikmati kenyamanan suasananya, terutama sore dan malam hari, semakin ramai lagi di akhir pekan.

Lapangan tersebut dibagi dua yaitu satu bagian lapangan beraspal, bagian lainnya lapangan rumput untuk bermain sepakbola.

Lapangan beraspal merupakan lapangan multi fungsi.

Bisa sebagai tempat upacara, salat hari raya, pameran atau expo dan lainnya.

Baca: KalselPedia: Masjid Jami Sungai Jingah, Masjid yang Didirikan pada Masa Sultan Tamjidillah

Baca: KalselPedia: Danau Biru, Lokasi Wisata Instagrammable di Kota Banjarbaru

Baca: KalselPedia - Inilah Nama-Nama Kelurahan di Kabupaten Tapin

Baca: KalselPedia - Mengenal Kampung Inggris Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana di Batola

Sedangkan keliling lapangan keseluruhan kerap dijadikan arena balap road race.

Sekeliling lapangan tiap sore ramai pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman ringan, macam gorengan dan lainnya.

Juga ada sepeda mobil dan sepeda motor listrik yang disewakan.

Usia lapangan ini seiring dengan pembangunan kota Banjarbaru di era 50-an yang awalnya daerah perbukitan dan dikenal dengan sebutan gunung Apam.

Adalah Dokter Mas Moerdjani, Gubernur Kalimantan saat itu yang merencanakan pemindahan ibu kota Kalsel, Banjarmasin sehingga menugaskan Kepala Pekerjaan Umum Lahan Kering, Van Der Pijl, untuk survei wilayah yang cocok dijadikan kota.

Van Der Pijl, kelahiran Belanda berkewarganegaraan Indonesia ini, merancang segala sesuatunya termasuk keberadaan alun-alun yang ditempatkan di depan balaikota.

Sebagai penghargaan kepada dokter Mas Moerdjani maka namanya diabadikan sebagai nama alun-alun atau lapangan tersebut yang kemudian lebih dikenal Lapangan Dr Moerdjani.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved